SABUROmedia, Ambon — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon menyebut, tingkat kesadaran masyarakat di Ambon untuk menggunakan alat kontrasepsi berlapis tinggi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PPKB, Juliana Welhelmina Patty kepada Siwalima di ruang kerjanya, pada Selasa (10/03/2026).
Menurut Welhelmina Patty, selain fokus pada pencegahan stunting, pihaknya juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam program keluarga berencana.
Saat ini layanan kontrasepsi tersedia di sekitar 94 fasilitas kesehatan di Kota Ambon, baik di Puskesmas maupun Klinik Swasta yang bekerja sama dengan program keluarga berencana.
“ Animo warga Kota untuk menggunakan alat kontrasepsi yang cukup tinggi, khususnya para ibu. Ini menunjukkan masyarakat sudah semakin sadar dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak,” ungkapnya
Dukungan terhadap program tersebut, juga diperkuat oleh keberadaan kader-kader keluarga berencana di tingkat masyarakat, seperti Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa di tingkat desa atau kelurahan serta Sub-PPKBD di tingkat RT dan RW.
Para kader ini memiliki peran penting dalam melakukan komunikasi dan pendampingan kepada akseptor keluarga berencana, termasuk mengingatkan jadwal penggunaan alat kontrasepsi serta mengarahkan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Untuk itu lanjut Patty, DPPKB Kota Ambon juga mendorong program penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah edukasi bagi generasi muda.
Melalui program tersebut, para remaja diberikan pemahaman terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga kesiapan menghadapi masa depan.
“ Kelompok PIK-R ini diharapkan menjadi agen perubahan bagi remaja lainnya, sehingga generasi muda di Kota Ambon bisa lebih siap dalam merencanakan kehidupan mereka secara sehat dan berkualitas,” akhir Juliana W. Patty, Kepala DPPKB Kota Ambon. (SM)