SABUROmedia, Ambon — Pemerintah Negeri Passo Turut Hadir dalam pertemuan yang diadakan oleh YPDKS (Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya Se-Sulawesi Selatan) di Ruang Namlea, Hotel Swissbell Ambon, pada Rabu (11/03/2026).
Hadir Tokoh Tokoh Masyarakat diantaranya Perwakilan Sinode, Perwakilan Klasis Kota Ambon, Perwakilan Kementerian Agama, juga Perwakilan MUI dan beberapa Yayasan Peduli Kesehatan yang terfokus pada HIV/AIDS di Kota Ambon.
Perwakilan Tokoh Agama dalam hal ini Hindu, Budha, Katholik, Kristen Protestan dan Islam juga sangat berpartisipasi dan akan melakukan program program dalam hal menangani diskriminasi penderita HIV/AIDS di lingkungan masyarakat.
Selain itu juga, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang dengan senang hati memberikan materinya.
Kegiatan ini membahas beberapa materi penting yang terjadi di Masyarakat, khususnya terkait HIV/AIDS, salah satunya yaitu Diskriminasi yang terjadi di Masyarakat terhadap Penderita HIV (ODHIV).
Pemerintah Negeri Passo merupakan salah satu partner, dimana sudah menandatangani MOU dengan Yayasan PDKS sebelumnya.
Kepala Urusan Perencanaan Negeri Passo yakni Richardo Marwa, mengatakan bahwa Pemerintah Negeri Passo akan terus mendukung program Skrening yang dilakukan di Negeri Passo agar dapat mengetahui angka HIV/AIDS di Negeri Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon, ucapnya.
” Kita berharap dengan pengobatan yang lebih awal bagi penderita HIV/AIDS, kemungkinan kita bisa bebas dari penyakit ini di waktu tahun – tahun yang akan datang, ” tambahnya.
Richardo juga mengatakan Pemerintah Negeri Passo selalu memfasilitasi ketika Koordinator Lapangan YPDKS datang di Negeri Passo, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Negeri Passo untuk mendukung Pencegahan Penyakit HIV/AIDS di Negeri PAsso selama ini, karena menurutnya pelaku Seks bebas ini berawal dari pengunjung kos terutama anak muda yang datang dari Luar Negeri Passo, Ungkapnya.
Pernah ketika Patroli, kami temukan di Kamar Kos daerah sekitaran ACC Passo itu Wanitanya berasal dari Manado, sehingga kami mengharuskan Wanita tersebut melapor ke RT untuk dapat diketahui keberadaan wanita tersebut dan sampai sekarang sudah mulai berkurang penduduk yang tidak ber KTP / Domisili Negeri Passo, cerita nya ke hadirin.
Pemerintah Negeri PAsso berharap dengan dukungan ini maka YPDKS dapat maksimal dalam pencegahan dan pengobatan penderita HIV/AIDS yang sudah terindikasi sehingga dapat mengurangi angka Penyakit tersebut di Negeri Passo maupun di Kota Ambon, pintanya (SM).