Oleh :

Ust FAWZAN ABDURAHMAN, S.Sos.I

Ketua I DPD BKPRMI Kab Buru

 

Bismillaah.

SABUROmedia — Sudah menjadi tabiat manusia, ketika hatinya disakiti dia akan merasa sakit hati dan boleh jadi berujung menjadi rasa dendam.

Walau demikian, bukan berarti kita harus dendam setiap kali pun dihina, dicaci maki, difitnah, bahkan hendak dibunuh.

Tak sedikit pun Rasulullah ﷺ merasa dendam jika diperlakukan demikian, bahkah Rasulullah ﷺ membalas berbuat baik kepada orang-orang tersebut dan begitu ringannya beliau memaafkan.

Bagaimana jika ada orang lain menyakiti atau memperlakukan kita dengan tidak baik?

Agama Islam mengajarkan bahwa kita boleh membalas perbuatan orang yang telah menzalimi kita, tetapi jika kita memaafkan adalah jauh lebih baik dan mulia. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Asy-Syura ayat 40.

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Q.S Asy-Syura ayat 40).

Keinginan yang keras di dalam hati untuk membalas sakit hatinya disebut balas dendam. Orang yang mempunyai keinginan untuk membalas tersebut dinamakan pendendam.

Wujud dendam yang paling nyata adalah kemarahan dan kebencian yang memuncak. Seseorang yang dihinggapi dendam membara akan mencari jalan untuk mencemarkan, mencoreng, atau bisa jadi mencelakakan orang yang didendaminya sampai binasa. Hatinya tidak akan puas sebelum orang yang didendaminya merasakan kesakitan seperti yang pernah dialaminya.

Seperti diawal dikatakan bahwa begitulah tabiat manusia ketika merasa disakiti ia akan membalas yang menyakitinya dengan berbagai cara sampai ia merasa puas.

Namun para hamba beriman Allah ﷻ perintahkan untuk tidak melakukan yang demikian sebagaimana yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad ﷺ dalam mengikis rasa sakit hati dan dendam, apalagi bertabiat pemarah dan pendendam adalah bukan sifat hamba beriman.

Sifat pemarah dan pendendam bukanlah perilaku terpuji, akan tetapi sebaliknya, ia merupakan perilaku tercela yang harus berusaha dihilangkan oleh setiap orang.

Di antara cara untuk menghilangkan rasa marah tersebut adalah dengan cara berdoa kepada Allah ﷻ.

Sebagaimana kita tahu bahwa Allah ﷻ mampu membolak balikkan perasaan seseorang, termasuk perasaan amarah dan dendam yang ada dalam hati seseorang.

Berikut bacaan doa untuk meredam amarah dan dendam dalam hati yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ berikut ini :

اللهم رب محمد اغفر لي ذنبي واذهب غيظ قلبي وأجرني من مضلات الفتن

Artinya: “Ya Allah, Tuhannya Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kesesatan fitnah.”

Itulah bacaan doa yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ untuk menghilangkan rasa marah dan dendam dalam hati.

Semoga hati kita terbersihkan dari sifat amarah dan dendam, terpenuhi dengan sifat sabar dan penuh cinta kasih sayang kepada sesama.

Aamiin.