SABUROmedia, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa tata ruang Kota Ambon harus dibahas tuntas agar pembangunannya terarah dan tidak semrawut. Revisi tata ruang ini diproyeksikan untuk mengakomodasi kebutuhan ekonomi selama 20 tahun ke depan.

Hal ini disampaikan dalam Konsultasi Publik Tahap Pertama penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Kawasan Baguala–Timur Selatan.

Kegiatan resmi dibuka Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Hotel Pasifik, pada Senin (08/12/2025).

Dalam sambutannya, Walikota menegaskan bahwa tata ruang merupakan persoalan mendesak yang harus diselesaikan.

Ia menilai perkembangan Kota Ambon selama ini berjalan tanpa perencanaan matang sehingga menimbulkan ketidakteraturan hampir di seluruh kawasan kota.

“ Campur aduk antara kawasan ekonomi, permukiman, hingga bangunan pemerintahan menunjukkan lemahnya pengendalian ruang di masa lalu. Hal ini harus kita benahi lewat penyusunan RDTR,” tegasnya.

Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan terutama raja, kepala desa, dan tokoh adat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan agar penyusunan RDTR dan KLHS tidak mengabaikan hak ulayat masyarakat adat.

RDTR nantinya menjadi dasar hukum penerbitan perizinan pemanfaatan ruang, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dokumen tersebut juga mengatur zonasi, kepadatan, ketinggian bangunan, hingga perlindungan kawasan yang dilarang untuk pembangunan seperti daerah rawan bencana, pesisir, dan lereng bukit.

Wattimena menegaskan RDTR diarahkan menjadi instrumen penting untuk :
• Mengendalikan pembangunan agar tidak semrawut
• Menjamin keberlanjutan lingkungan
• Menjadi panduan operasional bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat

Menurutnya, penyusunan RDTR dan KLHS untuk kawasan Baguala–Timur Selatan merupakan fondasi penting arah pembangunan Kota Ambon dalam jangka panjang.

“ Kalau kita ingin wariskan Ambon yang lebih tertata, aman dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan,” Ungkapnya. (SM)