SABUROmedia, Ambon — Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (DPD ASITA) Provinsi Maluku melakukan audiensi dengan Perumda Panca Karya untuk menjajaki kolaborasi di sektor pariwisata daerah dalam bidang trasnportasi, khususnya pengembangan Ferry Wisata.
DPD ASITA Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar bersama Sartika Sari Nurlette ditemui langsung Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rani Tualeka., ST pada Rabu (22/04/2026) di Kantor PD Panca Karya, Jl. DR. Setiabudi No.5, Kel Ahusen, Kec. Sirimau, Kota Ambon.
Hal ini juga sebagai responsive arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dimana beliau meminta Perumda Panca Karya harus menjadi perusahaan profesional yang transparan agar bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi PAD Maluku.
Ketua Umum DPD ASITA Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar melalui kesempatan ini mengajak Perumda Panca Karya untuk berkolaborasi melalui unit bisnis yang ada, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor Pariwisata kepulauan Maluku.
DPD ASITA berperan aktif dalam mempromosikan destinasi, menghimpun biro perjalanan wisata di tingkat daerah, meningkatkan citra pariwisata daerah, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing pariwisata dan menciptakan ekosistem usaha yang sehat.
Ilham berharap, Perumda Panca Karya tidak hanya sebagai operator penyeberangan, tetapi juga katalis pembangunan daerah sekaligus penggerak ekonomi baru. Melalui transformasi kawasan pelabuhan destinasi yang disinggahi menjadi wisata terpadu berbasis waterfront, akan menghadirkan wajah baru pariwisata Maluku yang modern, inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat local kedepannya.
Untuk, DPD ASITA Maluku, menekankan bahwa pentingnya pengembangan kawasan Waterfront Teluk Ambon sebagai Landamark Wisata dan Ekraf, akan memberikan multiplier effect nyata sebagai langkah strategi untuk memaksimalkan nilai tambah daerah kedepannya, ditengah kebijakan efisiensi fiscal secara nasional.
โ Pelabuhan bukan lagi sekedar gerbang logistik, melainkan pintu pengalaman pertama bagi wisatawan. Kami ingin kawasan waterfront berbasis pelabuhan, adalah konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan fungsi pelabuhan (baik komersial, penumpang, atau perikanan) dengan fungsi perkotaan lainnya seperti pariwisata, komersial, dan rekreasi. Konsep ini mengubah wajah pelabuhan yang sebelumnya tertutup menjadi area publik yang terbuka, estetis, dan bernilai ekonomi tinggi sekaligus kebanggaan daerah,โ jelas Ilham, yang juga alumni Teknik Industri Unpatti ini.
Kita bisa lihat salah satu ikon transformasi ini sebagai contoh, Bakauheni Harbour City (BHC) di Lampung Selatan, mungkin suatu saat bisa studi banding kesini. Tak lagi hanya dikenal sebagai simpul transportasi utama saat arus mudik, BHC kini hadir sebagai destinasi wisata maritim modern, dengan berbagai fasilitas publik tengah dikembangkan, mulai dari Pasar Siger sebagai etalase UMKM lokal, galeri seni, hingga amfiteater berkapasitas 10.000 orang untuk konser dan acara berskala nasional, ceritanya sebagai perbandingan.
Sejalan dengan hal itu, Direktur Utama Perumda Panca Karya, M Rani Tualeka menyambut baik ide dan gagasan ASITA Maluku.
Perumda (PD) Panca Karya adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Maluku berdasarkan Perda Provinsi Maluku No. 2 Tahun 2020 yang bergerak di berbagai sektor seperti kehutanan, perikanan, pertanian, perbengkelan, dan transportasi. Perusahaan ini bertujuan meningkatkan PAD, namun menghadapi tantangan kinerja, isu manajemen internal, dan tuntutan untuk bertransformasi professional, jelasnya
Saat ini, Perumda Panca Karya memiliki sembilan armada, yakni Bahtera Nusantara, Bahtera Nusantara AmbonโBanda, Tanjung Kuako, Tatihu, Bandaleon, Sardinela, Teluk Ambon, Lori Amar. dan Tanjung Sole, sambungnya.
Untuk itu, Perumda Panca Karya berkomitmen untuk ikut mendukung pariwisata daerah, khususnya dukungan akses transportasi yang layak. Maka sebagai langkah tindaklanjut, kami akan membahas hal ini ditingkat manajemen, termasuk ide Ferry Wisata di Teluk Ambon, juga kerjasama rute โ rute maupun unit bisnis lainnya yang bisa dikolaborasikan dengan paket wisata kedepannya, ucap Tualeka, Dirut Perumda Panca Karya (SM)