SABUROmedia, Ambon — Isu miring yang menyebut adanya upaya pembungkaman gerakan mahasiswa Maluku melalui pertemuan Organisasi Kelompok (OKP) Cipayung dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku akhirnya mendapat bantahan tegas.
Dalam klarifikasinya, Cipayung Maluku menegaskan bahwa kehadiran mereka di Markas Polda Maluku bukanlah pertemuan politik untuk melemahkan pergerakan mahasiswa, melainkan dalam rangka menghadiri undangan resmi doa bersama lintas agama untuk kebaikan Indonesia yang diinisiasi oleh Polda Maluku Sabtu, 30 Agustus 2025
Kehadiran kami semata-mata menghargai undangan yang diberikan Polda Maluku. Acara tersebut adalah doa lintas agama, murni kegiatan kebangsaan untuk mendoakan bangsa. Tidak ada agenda tersembunyi, apalagi instruksi untuk mematikan gerakan mahasiswa di Maluku.
Klarifikasi Terkait Isu Mematikan Gerakan Mahasiswa.
Cipayung Maluku menolak dengan keras tuduhan yang menyebutkan mereka diarahkan untuk menghentikan atau melemahkan dinamika gerakan mahasiswa. Sebaliknya, organisasi ini menegaskan bahwa komitmen perjuangan mahasiswa tetap konsisten, bahkan setelah kegiatan di Polda Maluku, mereka langsung mengajukan surat pemberitahuan aksi untuk menggelar demonstrasi pada hari Senin mendatang.
Kalau benar ada instruksi untuk mematikan gerakan, tentu kami tidak akan melanjutkan agenda aksi. Faktanya, usai dari pertemuan itu, kami justru mengurus izin aksi resmi di Polres. Ini bukti bahwa Cipayung Maluku tetap berdiri di barisan perjuangan rakyat.
Lebih jauh, pihak Cipayung juga meluruskan isu liar terkait uang sebesar Rp250 ribu yang disebut-sebut sebagai uang tutup mulut. Menurut mereka, informasi itu sengaja dipelintir oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan fitnah dan merusak solidaritas pergerakan mahasiswa di Maluku.
Perlu kami jelaskan, Rp250 ribu yang diberikan itu hanya untuk biaya transportasi peserta. Itu hal yang lumrah dalam kegiatan undangan resmi. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan upaya mematikan gerakan mahasiswa. Jangan dipelintir seakan-akan kami ‘dibeli’ dengan jumlah yang sangat tidak masuk akal itu.
Dalam keterangannya, Cipayung Maluku juga menekankan pentingnya menjaga persatuan gerakan mahasiswa dan pemuda di Maluku. Mereka menilai isu-isu yang sengaja dihembuskan untuk mendiskreditkan Cipayung hanyalah manuver pihak tertentu yang takut terhadap kekuatan kolektif mahasiswa.
” Kami menyerukan kepada seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat sipil di Maluku agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dihembuskan. Mari kita tetap kompak, solid, dan konsisten mengawal isu-isu penting di daerah maupun nasional.
Lebih jauh, Cipayung menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, upaya memecah belah gerakan hanya akan menguntungkan kelompok tertentu yang tidak ingin adanya pengawasan kritis dari pemuda dan mahasiswa.
Cipayung Maluku menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus hadir di tengah-tengah perjuangan rakyat, baik dalam isu daerah maupun nasional. Menurut mereka, mahasiswa tidak bisa dibungkam hanya karena menghadiri undangan resmi dari institusi negara.
Kami tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran dan keadilan. Apa pun isu yang berkembang, kami tegaskan, Cipayung Maluku tetap berdiri bersama rakyat. Karena itu, kami mengajak semua elemen untuk terus berjuang dan tidak mudah dipecah oleh fitnah dan tidak benar, ucap Amin Fidmatan, Ketua KAMMI Daerah Maluku ke Media (SM)