SABUROmedia, Ambon – Kantor Perwakilan OJK Maluku melibatkan Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Maluku dalam kegiatan Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK) berupa Training of Trainers (TOT) bagi Penyuluh Agama Islam di Lantai 6 Kantor OJK Maluku, Kota Ambon, Kamis (12/02/2026).

Acara ini sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Ramadhan Keuangan (GERAK) Syariah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem keuangan syariah dan meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat di Provinsi Maluku.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Andy Yusuf Dalam sambutan pada acara tersebut yang disebutkan bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia semakin pesat.

Berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIE Report) tahun 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia berdasarkan Global Islamic Economic Indicator (GIEI), setelah Malaysia dan Arab Saudi – peningkatan signifikan dari peringkat kesepuluh pada tahun 2018. Selain itu, Indonesia juga menduduki peringkat kedua pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025 dan peringkat tiga pada Islamic Finance Development Indicator (IFDI).

Data survei literasi dan inklusi keuangan tahun 2025 yang dilakukan oleh BPS dan OJK menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,42%, sedangkan tingkat inklusi syariah hanya 13,41%. Kesenjangan ini mengindikasikan adanya hambatan dalam menerapkan pengetahuan ke dalam praktik, seperti keterbatasan akses layanan atau persepsi terkait daya saing produk.

Untuk mengatasi hal tersebut, OJK telah mencanangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) pada 22 Agustus 2024 dengan tema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Di Provinsi Maluku, program ini dijalankan dengan nama GENCARKAN EDUKASIKU yang akan menjangkau 118 kecamatan dan 1.235 desa melalui sinergi dengan berbagai stakeholder.

GERAK Syariah sendiri merupakan kampanye nasional keuangan syariah selama bulan Ramadan 1447 Hijriah yang melibatkan seluruh pihak terkait. Para peserta TOT pada kegiatan ini akan tergabung dalam OJK PEDULI dan diharapkan menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih dan menggunakan produk serta jasa keuangan syariah.

Sebagai upaya mengatasi kesenjangan tersebut, OJK telah mencanangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) pada 22 Agustus 2024 dengan tema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Di Provinsi Maluku, program ini dijalankan melalui GENCARKAN EDUKASIKU, yang menargetkan 118 kecamatan dan 1.235 desa melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Seiring dengan hal ini, Ketua Bidang Pengelolaan ZISWAF & Tanggap Bencana DPW BKPRMI Maluku, La Januri., S.Sos bersama Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan Pemuda Remaja Masjid (LPPRM), Indra Rumasukun yang hadir sebagai Peserta, mengapresiasi kegiatan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada OJK yang telah melibatkan teman – teman BKPRMI Maluku dalam kegiatan ini.

Kita berharap kedepan, banyak program yang bisa berkolaborasi dan bersinergi, khususnya dalam Inklusi dan Literasi Keuangan Syariah, Pintanya, yang juga Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku ini.

Perlu di ketahui turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Maluku, Ketua Ikatan Da’i Indonesia Wilayah Maluku, Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku maupun Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan Syariah (SM)