SABUROmedia, Ambon — Lembaga Pengakajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah melaksanakan pengajian bulanan Dosen Dan Tendik, di Lantai 6 Kampus UM Maluku, Jalan Permi Kelurahan Waihaong Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Rabu (11/02/2026)
Kegiatan ini menghadirkan Prof Dr. Saiful Deni., S.Ag., M.Ag, yang adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), dengan tema pengajian : “ Manhaj dan ideologi gerakan Muhammadiyah’’.
Wakil Rektor I UM Maluku, Dr. Andi Thamrin., M.Si dalam pengantarnya, menegaskan bahwa kegiatan pengkajian keislaman merupakan ruh gerakan Muhammadiyah yang harus terus dijaga dan dihidupkan. Menurutnya, pengajian bulanan menjadi kewajiban moral dan ideologis bagi seluruh dosen dan tendik dalam memahami serta mengamalkan pemikiran keagamaan Islam yang murni dan berkemajuan.
“Pengkajian merupakan ruhnya Muhammadiyah. Karena itu, seluruh dosen dan tendik Universitas Muhammadiyah Maluku wajib mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memahami Islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan manhaj Muhammadiyah,” ujar Dr. Andi Thamrin.
Turut hadir Sekretaris BPH UM Maluku yang juga Wakil Ketua PW Muhammadiyah Maluku, Ali Litiloly., S.Ag., M.Si.
Prof Dr. Saiful Deni, dalam menyampaikan materi kepada dosen dan Tendik UM Maluku mengatakan bahwa manhaj dan ideologi Muhammadiyah merupakan sistem keyakinan dan metodologi Islam. Menurutnya Muhammadiyah tidak mengikatkan diri pada satu mazhab tertentu dalam memahami Islam, tetapi Muhammadiyah mengedepankan pendekatan ijtihad dan mengunakan metode Manhaj Tarjih yang bersumber kepada Alqur’an dan Sunnah, karena itu, Muhammadiyah tidak berafliasi atau tidak mengikatkan diri pada mazhab tertentu.

Singkatnya, bagi Muhammadiyah, kebenaran tidak dimonopoli satu mazhab. Sandaran terkuat adalah dalil yang paling mendekati kebenaran Alqur’an dan Sunnah, di mana pun pendapat itu ditemukan di antara mazhab-mazhab yang ada. Segala pendapat mazhab akan diuji kekuatannya berdasarkan kesesuaian dengan teks Alqur’an dan hadis yang kualitasnya dapat diterima (maqbulah).
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas ideologis bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan UM Maluku. Dengan memahami manhaj secara benar, civitas akademika diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang berkemajuan dalam menjalankan tugas profesional maupun kehidupan bermasyarakat (SM)