SABUROmedia, Ambon — Penjabat (Pj) Gubernur Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si, IPU membuka Sosialisasi Program INOVASI Fase ke-tiga, dengan tema “ Meningkatkan Hasil Belajar Anak-Anak Bidang Literasi, Numerasi dan Karakter Melalui Peran Ekosistem Pendidikan di Provinsi Maluku “, di ruang rapat lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Kamis (30/05/2024).

 

Hadir pada kegiatan itu, Direktur Program Inovasi Mark Heyward, Wakil Direktur Ekosistem Pendidikan dan Manajemen Implementasi Daerah, Sri Rezki Widury, Manajer Provinsi INOVASI Maluku, Mus Mualim, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappeda Provinsi Maluku Rufaidah, OPD Dinas/ Lembaga terkait (Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan Kota, Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP) dan para akademisi Perguruan Tinggi di Maluku).

 

Sosialisasi ini dilakukan menyusul ditetapkannya Provinsi Maluku sebagai salah satu lokus program INOVASI.

 

Program INOVASI, merupakan bentuk kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia, untuk meningkatkan pembelajaran dan keterampilan dasar bagi seluruh siswa sekolah dasar di Indonesia.

 

Atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku, Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, memberikan apresiasi dan penghargaan atas terjalinnya kerjasama ini. Ia berharap, dengan ditetapkannya Maluku sebagai salah satu lokus program Inovasi Fase 3 akan mewujudkan dunia pendidikan yang semakin baik di Maluku.

 

Pemerintah Provinsi Maluku, kata Pj. Gubernur sangat memberikan dukungan terhadap program ini, dan akan berkoordinasi bersama bupati/walikota yang daerahnya menjadi lokus.

 

“ Semoga kehadiran program INOVASI di Provinsi Maluku dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa di provinsi berjulukan bumi raja-raja ini,” harapnya.

 

Pada kesempatan itu, Pj. Gubernur Sadali juga berharap, program Inovasi Fase 3 juga menyentuh kepada pengajar, tidak hanya anak-anak sekolah, karena tantangan terbesar pendidikan ke depan adalah memastikan guru dan tenaga kependidikan melek teknologi melalui digitalisasi pendidikan.

 

“ Saat ini kemampuan memahami dan mempraktikkan tekonologi digital anak-anak di Maluku jauh lebih baik dibandingkan dengan kemampuan gurunya. Oleh karena itu, diharapkan program inovasi fase 3 dapat meningkatkan kompetensi guru terkait dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” tandasnya.

 

Sementara itu, Direktur Program INOVASI Mark Heyward mengatakan, program INOVASI merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia. Sejak tahun 2016, Program INOVASI telah mendukung upaya Indonesia melakukan transformasi pendidikan.

 

” Pada masa pandemi COVID -19, INOVASI mendukung pemerintah Indonesia untuk mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss),” jelasnya.

 

Dikatakan, Program INOVASI Fase 3, diluncurkan pada tahun 2024, untuk mendukung pemda pada lima aspek yaitu, kurikukulum dan asesmen, keterampilan mengajar guru, kepemimpinans sekolah, kesetaraan gender, dan perubahan iklim.

 

” Dalam seluruh upaya dan dukungan itu, kami akan terus memperbesar kesempatan untuk inklusi anak-anak dan penyandang disabilitas,” tambahnya.

 

Lebih lanjut Mark mengatakan, program INOVASI fase 3 akan menjangkau lebih banyak provinsi di Indonesia.

 

” Pada fase sebelumnya program INOVASI hanya bekerja di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara. Pada Fase 3, program INOVASI akan mendukung Jawa Barat dan Maluku. Dan kami senang sekali karena pada akhirnya kami bisa sampai di Maluku, sebuah provinsi yang indah dan penuh sejarah,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Manajer Provinsi INOVASI Maluku, Mus Mualim. Ia mengatakan, Program INOVASI Fase 3 secara khusus akan ikut membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Ekosistem ini akan membantu pemerintah pusat dan daerah untuk bekerja sama lebih erat, intensif, dan produktif.

 

” Ekosistem Pendidikan akan memungkinkan kebijakan pemerintah pusat selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah. Melalui kolaborasi produktif seperti ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa dan tercapainya target pembangunan daerah,” terangnya.

 

Setelah ditetapkan sebagai lokus Program INOVASI, lanjutnya, maka dalam waktu dekat INOVASI bersama Pemprov Maluku, Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP) dan Universitas akan memilih kabupatan dan kota mitra.

 

” Daerah yang dipilih diharapkan bisa menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Maluku,” tandasnya (SM-BAPSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *