SABUROmedia, Bursel — Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan Periode 2021-2026 Hj. Safitri Malik Soulissa, S.Ip dan Gerson Eliaser Selsily, SE. M.PD di setiap Kecamatan, kini di implementasikan dan dibuktikan dengan Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, SE. M.PD yang didampingi Kadis Lingkungan Hidup, Lukman Soulissa bersama Kadis Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Melcior Solissa bersama sama menijau langsung pekerjaan galian drainase saluran air dipertigaan Jalan depan Bank BPDM Maluku-Malut Cabang Namrole. Kamis, 22/7/2021.

Pantauan SABUROmedia.com, dalam kunjungan dilapangan Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, SE. MPD mengatakan, pekerjaan ini merupakan pelaksanaan program 100 hari kerja Saya dan Ibu Bupati Hj. Safitri Malik Soulissa di setiap kecamatan sesuai dengan kampanye kami diatas pentas politik bila Kami terpilih, maka hari ini Saya bersama dua pimpinan OPD meninjau pekerjaan galian drainase saluran air yang sementara dikerjakan ini.

Lanjut Selsily, jadi selain kita melaksanakan berbagai aktivitas, dan untuk program 100 hari kerja di Enam Kecamatan di Kabupaten Buru Selatan akan selalu dilaksanakan yaitu, mulai dari kecamatan Kepala Madan, Leksula, Fenak Fafan, Namrole, Waesama, dan Ambalau.

“Pekerjaan penggalian draenasi di wlayah dalam kota itu sangat penting dalam rangka untuk memperbaiki drainase-drainase yang ada, sehingga saluran-saluran air yang selama ini tersumbat yang mengakibatkan genangan-genangan air terhadap rumah-rumah penduduk, dan berpengaruh terhadap wilayah dalam kota itu dengan sendirinya itu terbuka sehingga terdistribusi arus air itu bisa lancar dan juga mengakibatkan sejumlah genangan air itu bisa dikurangi, “kata Wakil Bupati.

Tambah Wakil Bupati, mulai hari ini proses pembuatan drainase, dan menggali saluran-saluran air yang selama ini cukup mengurangi badan jalan, maka harus dibuat drainase, sehingga nantinya bila deras air hujan dan disitribusi air hujan akan berjalan lancar pada saluran yang sudah buat dan air hujan itu tidak tertampung lagi.

Pada kesempatan itu juga. Kadis Lingkungan Hidup Lukman Soulissa mengatakan, pekerjaan perbaikan saluran drainase dan Persampahan saat ini, merupakan program 100 hari kerja Bupati dan wakil Bupati.

Dimana kegiatan ini adalah tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR berkolaborasi untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan drainase dan persampahan didalam wilayah kota namrole ibu kota Kabupaten Buru Selatan, “ungkap Lukman.

“Untuk itu sesuai dengan program 100 hari kerja Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati, maka hari ini kita eksen san melaksankannta untuk mengurangi permasalahan genangan air di wilayah kecamatan Namrole ibu kota Kabupaten Buru Selatan terkait dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga genangan air yang ada itu sesegera mungkin bisa terselesaikan, “jelas Lukman.

“Kata Lukman, dan hari ini kita lihat bersama bahwa kita laksanakan mulai dari jalur Bank BPDM ini sampai ke Waenono perempatan itu untuk pekerjaan tahap pertama dan nanti untuk tahap kedua dan selanjutnya itu lebih tepatnya akan dikerjakan oleh Dinas PUPR.

Terkait dengan hal ini ungkap Lukman. Kami bersama Wakil Bupati meninjau langsung genangan air sekaligus meninjau langsung pekerjaan galian draenasi saluran yang telah dikerjakan.

“Melalui pembuatan pekerjaan Darainase dan Persampahan, dimana yang sudah disediakan tempat pembuangan sampah, maka diharapkan agar warga disekitarnya harus membuang sampah pada tempat yang sudah tersedia, sehinga nantinya kota namrole bersiah, indah dan nyaman, “himbau Lukman (Kadis LH).

Sementara itu Kadis PUPR, Melkior Solissa juga mengatakan bahwa, pekerjaan drainase saat ini merupakan pekerjaan soakelola, dan kegiatan pekerjaan ini merupakan kegiatan primadona program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan Periode 2021-2026.

Kata Melkior, untuk menyukseskan program 100 hari kerja, dimana isu drainase dan banjir di dalam kota merupakan sebuah isu yang sangat seksi dan strategis, sehingga perlu untuk diambil langka penenganan penyelesaiannya.

Lanjutnya, untuk program ini kita utamakan beberapa kawasan luas drainase yang menjadi terhambat ketika musim penghujan mulai datang yang mengakibatkan genangan air pada rumah-rumah warga maupun terjadi genangan air penyakit di beberapa titik.

Oleh karena itu kata Melkior, dilakukan program penggalian ini untuk mengkonektifitas galian air secara tersistem baik hungul maupun hilir, sehingga pembuangan air menjadi baik dan tidak terjadi banjir didalam kota namrole dan sekitarnya. (SM/AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *