SABUROmedia, Ambon – Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kebhinekaan sudah merupakan kekayaan Negara yang harus di akui, di terima dan di hormati. Kemajemukan sebagai anugerah juga harus di pertahankan, di pelihara dan dikembangkan, yang kemudian di wujudkan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, tutur Amsir Renoat, Aktifis GMNI Ganesha Ambon.

” Oleh sebab itu, menjaga keberagaman Identitas sudah seharusnya menjadi Pekerjaan Moral yang paling prinsipil bagi setiap warga negara Indonesia yang merupakan Negara yang begitu Pluralis. Tindakan Terorisme, Intimidasi, dan diskriminasi suatu Agama sangatlah tidak di benarkan oleh Logika Apapun, tegasnya mahasiswa Unpatti ini ”

Dia mengecam para pelaku dan meminta Polri segera membuka secara terang benderang terkait insiden Pengeboman yang terjadi di Gareja Katedral Makassar Sulawesi Selatan kemarin, hal ini berpotensi melahirkan trauma bagi Masyarakat dan perasaan saling curiga kedepannya.

Amsir menjelaskan, bahwa problem terbesar yang terus menghantui relasi antar-umat beragama di Indonesia adalah menguatnya sentimen kecurigaan dan kebencian yang menjurus pada aksi intoleran. Terlebih dalam kurun waktu lima tahun belakangan, politik identitas dan sentimen keagamaan telah ikut menyuburkan praktik intoleransi atas nama agama, terangnya.

Terakhir, dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan Kewaspadaan bersama, lawan sikap intoleransi dalam bentuk apapun, dukung Kota Ambon sebagai laboratorium perdamaian dan multikulturalisme yang telah dicanangkan, dan kepada Pihak Keamanan dan Pemerintah untuk dapat meningkatkan kewaspadaannya atas insiden-insiden intoleransi ini, karena hal ini bisa saja terjadi dimana saja dan kapan saja tanpa kita sadari, tutupnya (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *