Connect with us

Hukum & Kriminal

8 Poin Permintaan Masyarakat Kailolo kepada Kapolres

SABUROmedia, Ambon – Peristiwa pembunuhan  yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap Warga Negeri Kailolo Di pasar Mardika Ambon mengisakan tanda tanya bagi Seluruh Masyarakat Di Negeri Kailolo.

Pada hari ini masyarakat negeri Kailolo yang menyambangi Polres Pulau Ambon datang Untuk meminta kepada bpk Kapolres,  terkait Kepastian Hukum.

Hal ini disampaikan Sekertaris Negeri Kailolo,  Abdullah Marasabessy.S.sos kepada Saburomedia.com di Polres Pulau Ambon, Sabtu (04/07/2020)

“ Kedatangan kami ingin  menyampaikan peryataan sikap kami kepada bapak kapolres Pulau Ambon terhadap peristiwa pembunuhan yang menimpa warga Negeri Kailolo yang bernama Sofyan Marasabessy,  “ tandas Abdullah.

Kata Abdullah ada 8 poin peryataan sikap oleh Pemerintah Negeri Kailolo, Saniri Negeri Kailolo, Pemuda ManingKamu Sahapori,(Pamanisa)Negeri Kailolo, dan Pengurus Besar Himpunan  Pemuda  Mahasiswa Kailolo(HIPMMAK)  kepada Bpk kapolres,

1. Meminta dengan tegas kepada pihak kepolisian untuk mencari dan segera menemukan pelaku dugaan pembunuhan serta aktor di balik kejadian dugaan pembunuhan yang di lakukan kepada saudara kami Sofyan Marasabessy

2. Dengan tegas menyatakan kami tidak akan tinggal diam dengan adanya dugaan kasus pembunuhan yang terjadi Terhadap saudara kami, sofyan Marasabessy di Pasar Mardika.

3. Dengan tegas meminta dalam waktu 1×24 jam apabila pihak kepolisian tidak menemukan pelaku dugaan pembunuhan maka kami secara tegasakan mengambil langkah langkah hukum yang Lain

4. Dengan tegas menyatakan kepada bpk Kapolda Maluku , dengan segala hormat bahwa kasus seperti bukan baru saja terjadi , tetapi dalam berita lembaran Negeri Kailolo sudah terjadi pembunuhan sebelumnya kepada saudara kita , Alm Daud Ohorella , Alm Abdul Han Marasabessy,  dan Alm ismail Sahartira,  dan sampai saat ini pihak kepolisian belum tuntas menyelesaikan Kasus kasus Tersebut,

5.Dengan tegas , menyatakan bahwa karakter pembunuhan tersebut sangat teratur dan  sistimatis atau di duga adalah motif pembunuhan , oleh karna itu kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera megusut tuntas bukan hanya pelaku namun sampai pada aktordi balik dugaan pembunuhan terhadap saudara kami sofyan Marasabessy.

6.kami meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini penyidik agar tidak mengunakan kekerasan atau pemukulan dalam mengambil keterangan dari pihak yang di minta keterangan .

7. Mendesak pihak kepolisian agar segera memangil Satpol PP yang bertugas di lokasi kejadian

8. Mengutuk keras dugaan tidakan Pembunuhan kepada saudara kami , Sofyan Marasabessy,

Demikian peryataan ini dibuat, sesuai dengan keadaan yang sebenar benarnya, Apa bila ada hal hal yang belum termasuk di dalam penyataan sikap ini akan di tindak lanjuti dengan urgensi kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres pulau Ambon AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang kepada Saburomedia.com menyampaikan bahwa dalam peristiwa pembunuhan tersebut terhadap alm Sofyan Marasabessy  di pasar mardika  Ambon kita mendapat kendala,  pada saat meminta untuk melakukan  otopsi untuk melihat penyebab kematiannya ,   istri dari pada korban bahkan pihak keluarga tidak mengijikan kami melakukan otopsi, dan itu menyebapkan salah satu  hambatan, dan  Saksi saksi yang kami periksa saat ini masi sangat minim,”tutur Leo.

Leo juga menyampaika bahwa pihaknya juga meminta bantuan kepada mereka yang datang memberikan pemahaman kepada pihak keluarga tentang penjelasan  bahwa sangat penting untuk melakukan otopsi ini , kemudian kami juga meminta kepada masyarakat tadi untuk bisa menghadirkan para saksi saksi , karna mungkin banyak kerabat kerabat dari mereka juga, dan yang terakhir akan bertemu dengan pihak korban, mungkin bisa menjelaskan pada kondisi korban dan lain sebagainya.

“ Ini bagian dari pengembangan penyelidikan, dan kasusnya di tarik saja ke polres dan polres yang akan menangani,”tutup AKBP Leo .N .Simatupang. (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya dari Hukum & Kriminal