SABUROmedia, Ambon – Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) melalui situs TurnBackHoax.ID secara rutin mengklarifikasi berbagai modus iklan lowongan kerja palsu yang mencatut nama perusahaan besar atau instansi pemerintah. Hal yang sama terkait flyer informasi Pendaftaran Calon Tenaga Kerja Proyek Blok Masela INPEX yang beredar luas di masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Maluku, M. Sahril Salamena ke SM, Senin (27/07/2026) menyampaikan, bahwa Mafindo telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak INPEX terkait informasi yang beredar melalui WhatsApp dan berbagai media sosial mengenai informasi ” Pendaftaran Calon Tenaga Kerja Proyek Blok Masela ” yang menggunakan tautan Google Form.

Dimana kemudian INPEX telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi bahwa poster lowongan pekerjaan yang beredar adalah tidak benar (HOAX). Dalam pernyataan tersebut, pihak INPEX menegaskan bahwa mereka tidak membuka lowongan pekerjaan dalam bentuk apa pun dan nomor Customer Care tidak digunakan untuk proses rekrutmen.

Pihak INPEX menegaskan bahwa tidak pernah menerbitkan pengumuman rekrutmen melalui Google Form maupun tautan yang saat ini beredar. Dengan demikian, informasi tersebut bukan berasal dari kanal resmi INPEX dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, pungkas Sahril.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengisi formulir maupun mengunggah dokumen pribadi pada tautan tersebut. Modus seperti ini patut diwaspadai karena berpotensi menjadi phishing, yaitu upaya pencurian data pribadi. Informasi yang diminta, seperti KTP, ijazah, nomor telepon, alamat email, CV, hingga dokumen pendukung lainnya, berisiko disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, ajaknya.

Pihak INPEX mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

“ Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas sumbernya,” kata Zara, Tim CSR INPEX

Informasi resmi hanya dapat diperoleh melalui kanal resmi INPEX, seperti situs web resmi, media sosial, atau pengumuman langsung di Kantor INPEX. Pihak INPEX juga mengingatkan bahwa mereka tidak akan meminta data pribadi atau uang kepada pelamar kerja melalui telepon atau pesan singkat.

Apabila di kemudian hari terdapat pembukaan lowongan, informasi akan diumumkan melalui media sosial dan kanal resmi INPEX. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru tentang lowongan pekerjaan di INPEX melalui Kanal Resmi Rekrutmen INPEX.

Berdasarkan klarifikasi dari pihak INPEX, seluruh informasi mengenai proses rekrutmen tenaga kerja hanya diumumkan melalui kanal resmi perusahaan, yaitu:

Website Karier: https://career.inpex.co.id⁠�
LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/inpex-indonesia⁠�
Petromindo: https://www.petromindo.com⁠�

Disamping itu, INPEX juga menegaskan bahwa:
✅ Seluruh informasi rekrutmen hanya dipublikasikan melalui website dan kanal resmi INPEX.
✅ Komunikasi resmi menggunakan email dengan domain @inpex.com.
✅ Seluruh proses rekrutmen dilaksanakan secara profesional sesuai standar perusahaan.

Untuk itu, Pihak INPEX juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan melaporkan jika menemukan informasi yang mencurigakan atau tidak jelas sumbernya.

Sejalan dengan itu, Ketua DPW Mafindo Maluku, M. Sahril Salamena menghimbau Masyarakat, apabila Anda menerima informasi lowongan kerja INPEX melalui Google Form, tautan tidak resmi, pesan berantai WhatsApp, atau akun media sosial yang bukan berasal dari kanal resmi perusahaan, maka informasi tersebut patut dicurigai sebagai HOAKS dan berpotensi menjadi modus phishing yang bertujuan mencuri data pribadi, jelasnya.

Mafindo Maluku mengajak masyarakat untuk selalu, memverifikasi setiap informasi lowongan kerja melalui kanal resmi perusahaan atau instansi terkait, tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di grup WhatsApp maupun media sosial tanpa tsumber yang jelas, Tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak dapat diverifikasi serta melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi kepada orang lain, himbaunya.

“ Mari bersama-sama membangun ruang digital yang aman, cerdas, dan bebas dari hoaks serta berbagai bentuk penipuan digital. Saring Sebelum Sharing. Cek Dulu, Baru Percaya, “ Pintanya. (SM)