SABUROmedia, Jawa Barat — Tenaga Ahli Kementerian ESDM Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Umar Ali Lessy., SP., MM, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, mewakili Menteri ESDM H Bahlil Lahadalia menghadiri Pembukaan LK-II (Intermediate Training) HMI Cabang Purwakarta.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Umar A. Lessy menegaskan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak lahir untuk sekadar mencetak sarjana, tetapi untuk melahirkan pemimpin ummat dan bangsa yang berintegritas.

Hal ini disampaikannnya saat membuka Latihan Kader II (LK-II) HMI Cabang Purwakarta, pada Senin (08/06/2026), mewakili Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Dalam sambutannya, Umar Lessy mengajak kader HMI untuk tampil sebagai pelaku perubahan dan penjaga masa depan bangsa.

Ia menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan lagi mempertahankan kemerdekaan politik, melainkan mewujudkan kemandirian ekonomi dan energi nasional.

“ HMI harus melahirkan pemimpin yang mampu membawa Indonesia berdaulat dan sejahtera. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan pemimpin yang berintegritas,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta mengajak kader HMI mengambil peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pernyataan Umar ini mendapat perhatian dari Peserta LK-II dan dinilai sebagai pesan kuat bagi generasi muda untuk tampil di garis depan pembangunan bangsa

Peran Strategis Kader HMI

Umar menekankan bahwa kader HMI memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan zaman, terutama menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut, kader HMI harus tampil sebagai penjaga integritas, penggerak kemandirian, penghubung antara umat dan negara, serta pemimpin transformasi di berbagai sektor strategis.

“ Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah orang yang berintegritas,” katanya.

Menurutnya, masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh masa lalu, melainkan oleh kualitas generasi muda hari ini.

Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup sambutannya, Umar mengajak seluruh kader HMI untuk mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Ia menegaskan bahwa perjuangan generasi saat ini bukan lagi mempertahankan kemerdekaan politik, tetapi mewujudkan kemerdekaan ekonomi dan energi.

“ Jika generasi pendiri memperjuangkan kemerdekaan politik, maka tugas kita hari ini adalah memperjuangkan kemerdekaan ekonomi dan energi,” pintanya.

Dia menegaskan, cita-cita besar konstitusi hanya akan terwujud jika kekayaan Indonesia benar-benar dikelola oleh bangsa sendiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Hadir bersama Dr. Drg. Muh. Arief Rosyid., M.KM, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode tahun 2013 sampai 2015, yang juga Wakil Ketua DPP AMPI, Alumni dan Kader HMI Cab Purwakarta serta Forkopimda (SM)