SABUROmedia, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) melakukan silaturahim strategis dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, pada Selasa (21/04/2026) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Silaturahim yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menghasilkan komitmen penting dari pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Menko Pangan menyatakan kesediaannya untuk hadir sekaligus membuka secara resmi Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) II BKPRMI Tahun 2026.
“ Insya Allah saya akan datang dan membuka acara Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) II BKPRMI di Jakarta, dan saya mengajak para pimpinan DPW-DPW seluruh Indonesia untuk hadir dalam acara RAPIMNAS ini,” ujar Zulkifli Hasan.
Bahkan, Menko Pangan juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya pemuda dan aktivis masjid, untuk turut serta memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari jihad kebangsaan dan kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang Mubarok menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah, khususnya Kemenko Pangan, atas berbagai capaian strategis di sektor pangan sepanjang tahun 2025–2026, di antaranya, Keberhasilan Swasembada Beras 2025, menjadikan Indonesia lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan impor, Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi dalam 25 tahun terakhir, Manajemen Stok Beras Nasional yang Stabil dan Kuat, menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global, Penguatan Ekosistem Pangan Nasional, termasuk distribusi, logistik, dan cadangan pangan pemerintah, Pengendalian Inflasi Pangan, sehingga harga kebutuhan pokok relatif terkendali, Program Hilirisasi dan Kedaulatan Pangan, untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, Penghargaan “Outstanding Achievement in National Food Security Policy” dari CNBC Indonesia kepada pemerintah RI.
Nanang Mubarok, menyatakan, “ Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah, khususnya Bapak Menko Pangan, atas capaian luar biasa dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi, Indonesia mampu berdiri kokoh menghadapi tantangan global.”
Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang Asosiasi Guru Ngaji Al-Quran Indonesia (AGNIA) sebagai wadah rumah besar dan perjuangan guru ngaji Al-Qur’an dengan misi utamanya meningkatan kompetensi guru ngaji dengan sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan mengadvokasi kesejahteraan guru ngaji Al-Quran.
“ BKPRMI terus berikhtiar memperjuangan agar guru ngaji Al-Quran diakui sebagai sebuah profesi oleh pemerintah dan negara sebagaimana profesi guru formal dan profesi lainnya yang memiliki nomenklatur yang jelas di pemerintahan. Hari ini guru ngaji Al-Qur’an masih menjadi kaum termarjinalkan dan belum mendapatkan pengakuan serta kesejahteraan yang layak,” ujar Nanang Mubarok.
Lebih lanjut, Nanang Mubarok menegaskan bahwa RAPIMNAS II BKPRMI 2026 akan menjadi momentum strategis untuk: menguatkan peran pemuda remaja masjid dalam pembangunan nasional, mendorong gerakan ekonomi umat berbasis masjid melalui GERBANG EMAS (Gerakan Bangun Ekonomi Masjid), mengakselerasi kontribusi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional, dan memperjuangkan hak-hak guru ngaji Al-Qur’an dalam peningkatan kompetensi dan kesejahteraan.
Dalam semangat ukhuwah dan kolaborasi, DPP BKPRMI mengajak: seluruh DPW dan DPD BKPRMI se-Indonesia untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam RAPIMNAS II BKPRMI 2026, generasi muda Islam untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa, dan masyarakat luas untuk mendukung gerakan ketahanan pangan dan ekonomi umat berbasis masjid.

“ Kami mengajak seluruh pimpinan wilayah dan daerah BKPRMI, serta generasi muda Indonesia, untuk hadir, berkontribusi, dan menyatukan langkah dalam RAPIMNAS ini. Ini bukan sekadar Forum organisasi, tetapi gerakan bersama untuk masa depan umat dan bangsa,” tegas Nanang Mubarok.
RAPIMNAS II BKPRMI 2026 diharapkan menjadi ajang konsolidasi nasional yang melahirkan gagasan, program strategis, serta aksi nyata dalam membangun Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan—dimulai dari masjid dan digerakkan oleh generasi muda. (SM)