SABUROmedia, Ambon – Sebagai daerah kepulauan, Provinsi Maluku yang dikenal sebagai ” The Spice Island Exotic Marine Paradise ” bagaikan memiliki taman surga yang indah di dalam laut. Perairan Teluk Ambon merupakan basin dangkal dengan luas sekitar 11,03 km², keliling 14,68 km, dan kedalaman maksimal 42-45 meter. Kawasan ini terus dikembangkan dengan fokus pada infrastruktur bahari untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, sebagai pusat kegiatan budidaya laut (keramba jaring apung) dan perikanan yang efektif, spot diving dan snorkeling kelas dunia, desa wisata budaya, pemandangan laut dari perbukitan, serta ekosistem hutan mangrove, khususnya di area Teluk Ambon, menjadikannya surga bagi penyelam dan pecinta alam.

Ketua DPD ASITA Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar berharap melalui kegiatan ini kita bisa mengkonsolidasikan focus pembangunan dan program per DTW, baik Pemerintah, BUMN/ BUMD dan ekosistem Pariwisata lainnya keroyokan ditengah efisiensi fiscal secara nasional saat ini. Pengembangan kawasan Teluk Ambon ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, perlunya optimalisasi promosi, serta ancaman abrasi dan kelestarian lingkungan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan yang komprehensif, terencana dan berkelanjutan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi publik dengan tema “ Baku Kele Bangun Potensi Pariwisata dan Ekraf Kawasan Teluk Ambon sebagai Landmark Wisata Kota Ambon “ yang digelar DPD ASITA Provinsi Maluku pada Sabtu, (25/04/2026) di Aula Darwin Kantor Walikota Ambon, Kota Ambon.

Tampil sebagai pembicara dalam Diskusi publik tersebut, Pertama, Kadis Pariwisata Maluku : Drs Melkias Mozes Lohy., MT yang membawakan materi : “ Maluku Tourism Outlook 2026/2027; Potensi Pariwisata & Ekraf Teluk Ambon Menjadi Pilar Ekonomi Makro Ditengah Kebijakan Efisiensi Fiskal “, Kedua, materi Walikota Ambon, yang dibawakan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy., S.Pi dengan materi “Ambon Tourism Outlook 2026/2027; Water Front City & Potensi Teluk Ambon sebagai Landmark Wisata Kota Ambon“, Ketiga, GM PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Ambon Radhitya Prastanika dan Keempat, Cluster General Manager Swiss-Belhotel Ambon dan Zest Ambon, Yudhi Meidiyanto.

Kadis Pariwisata Maluku, Drs Melkias Mozes Lohy., MT dalam materinya pada session pertama, menyampaikan, jika Pengembangan Teluk Ambon sebagai kawasan Pariwisata dan Ekraf terintegrasi harus kita dukung bersama, sebagai masa depan PAD kita bersama. Sebagai bahan, terlihat dari data terdapat tren positif kenaikan kunjungan Wisman dan ke Provinsi Maluku selama periode 2024 – 2025. Data Menunjukkan bahwa terdapat kenaikan Wisman 1.130 Orang atau sebesar 8,6% dari angka tahun sebelumnya, dan dari keseluruhan didominasi oleh wisatawan dari Belanda, jelasnya.

“ Masa Depan Adalah Kolaborasi, Pariwisata Maluku tidak akan tumbuh besar jika berjalan sendiri-sendiri. ASITA adalah simpul penghubung kekuatan ekonomi, budaya, dan lingkungan, untuk itu mari bergandeng tangan sesama orang Maluku dan yang sudah menjadi warga Maluku, ” ajaknya.

Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy., S.Pi yang mewakili Walikota Ambon sebagai panelis, memaparkan materinya, dimana Posisi Ambon Dalam Peta Pariwisata, sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku dan Pusat Aktivitas Utama, Dikenal sebagai Ambon Manise karena keindahan alam dan budaya dan memiliki kekuatan Utama Pariwisata Kota Ambon, yakni Wisata Bahari dan Pantai, Sejarah dan Budaya maupun Musik dan Kuliner.

Namun menurutnya, dalam optimalisasi potensi strategis Teluk Ambon adalah aset unggulan yang harus dimanfaatkan sebagai ikon utama pariwisata Kota Ambon. Disamping itu, juga sebagai Penggerak Ekonomi Daerah, Pengembangan waterfront city akan mampu meningkatkan PAD, membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. Untuk Penguatan Daya Saing Pariwisata, Waterfront city menjadikan Ambon lebih kompetitif sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia Timur kedepan, ungkapnya.

Transformasi Kota berkelanjutan akan menghadirkan wajah Kota yang modern, tertata dan ramah lingkungan berbasis konsep pariwisata berkelanjutan. Trend pariwisata global saat ini, meningkatnya wisata berbasis alam dan laut (Marine Tourism), Sustainable Tourism menjadi standar baru pariwisata dunia, Urban Tourism yang bergeser ke : Waterfront City, Eco-tourism dan Experience – based tourism, sambungnya.

Capaian Pariwisata Kota Ambon Tahun 2025, Jumlah Wisatawan sebanyak 102.239 Orang, yakni Mancanegara : 8.821 Orang, Domestik : 93.418 Orang dengan total PDRB ekonomi kreatif Rp. 158.079.673.912,66, melalui 9 Event Besar termasuk festival dan konser music dengan Jumlah partisipasi UMKM 176 Pelaku Usaha, jelasnya.

Potensi Pariwisata yang akan dikembangkan kedepan, Ambon Mangrove Ecotourism, dengan luas Kawasan 2.182m2, dengan 4 daya Tarik wisata, Traking hutan mangrove, Photo View Teluk Ambon, Perahu Wisata dan Edukasi menanam mangrove. Ada juga Ambon Waterfront Creative Urban City yang berlokasi di Poka – Rumah Tiga Teluk Ambon, rincinya.

Sementara itu, GM PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Ambon, Radhitya Prastanika menyampaikan bahwa Garuda Indonesia siap mendukung dan berkolaborasi untuk kemajuan Pariwisata Maluku, melalui Garuda Online Travel Fair (GOTF) secara berkala, maupun jejaring global dan konektivitas penerbangan yang luas, juga Kantor perwakilan dan penjualan Garuda Indonesia di berbagai kota internasional dengan menggandeng lebih dari 6.400 agen perjalanan di seluruh dunia berfungsi sebagai pusat informasi dan promosi pariwisata Indonesia, ucapnya.

Sedangkan Cluster General Manager Swiss-Belhotel Ambon dan Zest Ambon, Yudhi Meidiyanto menyampaikan bahwa kebutuhan SDM Pariwisata sangat besar, seperti jasa tour guide, namun terbatas sekali dilapangan. Kita juga menunggu jika ada Mahasiswa atau Siswa Pariwisata didaerah, khususnya perhotelan jika mau OJT (On-the-Job Training), untuk membekali keterampilan teknis (hard skill) dan perilaku profesional (soft skill) langsung sebagai bekal pengalaman untuk kesiapan di pasar kerja sesungguhnya, ajaknya.

Pentingnya Ketersediaan SDM Pariwisata Berkualitas
G. Alvin Rumalatu dari Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Negeri Ambon, lebih menekankan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung upaya menciptakan Ambon sebagai tujuan wisata kelas dunia. Sebab dukungan SDM sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas pariwisata kelas dunia, ujar Rumalatu.

Ditempat yang sama Manajer Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Maluku, Rovel Ayal., SE menyampaikan bahwa Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini telah bertransformasi tidak hanya sebagai pengawas sektor keuangan, tetapi aktif sebagai akselerator pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf). Untuk itu, alumni Fakultas Ekonomi Unpatti ini menyerukan pentingnya kerjasama. Sebab membangun pariwisata dan pelaku umkm ekraf tidak hanya ansih menjadi tanggungan jawab OPD yakni dinas pariwisata saja. Tapi juga menjadi tanggungan jawab stakeholder lainnya.

“ Ini menjadi tanggung jawab bersama, maka fungsi koordinasi sangat penting, dan saya berharap setiap instansi memberikan ruang dan waktu untuk promosi pelaku UMKM Ekraf. Seperti yang sudah jalan di OJK, ada 1 hari setiap bulannya harus menggunakan produk local UMKM binaan, ” katanya. (SM)