SABUROmedia, Ambon — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku melalui Bidang ZISWAF dan Kebencanaan melaksanakan audiensi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon guna membahas rencana kolaborasi kegiatan Pelatihan Manajemen Kebencanaan Berbasis Masjid.
Audiensi yang berlangsung di Kantor SAR Ambon di Jalan Dr. J. Leimena Desa Hative Besar Kecamatan Teluk, Kota Ambon, Kamis (16/04/2026) ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara organisasi kepemudaan Masjid dengan Lembaga Pemerintah Nonkementerian Indonesia yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dalam bidang pencarian, penyelamatan, dan evakuasi pada kecelakaan, bencana, serta kondisi membahayakan manusia, khususnya di wilayah Maluku.
Dalam sambutan pengantar, Sekretaris Umum DPW BKPRMI Maluku, La Arufin Manuru, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan momentum silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama strategis antara BKPRMI dan Basarnas. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat peran pemuda masjid dalam mendukung kesiapsiagaan bencana di daerah.
Selanjutnya, Ketua Bidang ZISWAF dan Kebencanaan BKPRMI Maluku, Amin Fidmatan, yang didampingi Brigade Masjid Wilayah BKPRMI Maluku, Akbar Hamsi menegaskan pentingnya pengetahuan dasar kebencanaan bagi generasi muda.
Menurutnya, pelatihan ini akan melibatkan pemuda dan remaja masjid se-Maluku dan direncanakan berlangsung selama tiga hari. Ia juga berharap Basarnas dapat berkolaborasi aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah., SH., M.Si menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh BKPRMI Maluku. Ia menilai keterlibatan pemuda masjid dalam isu kebencanaan merupakan langkah positif dan strategis.
“ Basarnas memiliki cakupan tugas di 11 Kabupaten/ Kota di Maluku dengan jumlah personel yang terbatas. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemuda masjid,” ujarnya.
Ia juga menyatakan kesiapan Basarnas untuk berkolaborasi dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Audiensi berlangsung dengan penuh keakraban dan ditutup dengan sesi fhoto bersama sebagai simbol komitmen awal untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan. (SM)