SABUROmedia, Ambon — Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudia Simatauw pada Senin (02/03/2026) menyampaikan bahwa stok ikan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447H dalam kondisi aman, bahkan pasokan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, ungkapnya.

Pemerintah Kota Ambon juga telah mengambil langkah antisipasi guna memastikan itu, agar ummat islam khususnya dalam memasuki bulan puasa nanti tidak mengkhawatirkan ketersediaan pasokan ikan nantinya, ucap mantan Camat Teluk Ambon ini.

Beliau menambahkan, selama periode menjelang Ramadhan, rata-rata ikan yang masuk di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Arumbae mencapai sekitar 2,1 ton per hari. Angka ini meningkat dibandingkan bulan Januari yang hanya berkisar 1,5 ton per hari akibat faktor cuaca yang membuat nelayan tidak berani melaut.

Selain pasokan dari nelayan, stok ikan yang tersedia di Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang beroperasi di Kota Ambon juga mencapai sekitar 40 ton. Dengan kondisi ini, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan ikan selama bulan puasa.

Untuk menjaga stabilitas harga dan menekan potensi inflasi pangan selama Ramadhan, Dinas Perikanan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon telah menyiapkan langkah konkret. Pada 3–5 Maret 2026, melalui kegiatan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di empat kecamatan, masyarakat akan mendapatkan ikan layang (momar) dengan harga terjangkau sebesar Rp15.000 per kilogram.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara TPID Kota Ambon, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan Kota Ambon. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadhan.

Dari sisi distribusi, strategi penguatan pasokan juga telah disiapkan, dimana Dinas Perikanan bersama TPID Kota Ambon telah menggelar pertemuan dengan para pengusaha UPI serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa para pengusaha UPI akan mencadangkan minimal 10 persen stok mereka untuk pedagang lokal guna memastikan kelancaran pasokan selama Ramadhan.

Tak hanya memastikan ketersediaan, keamanan ikan konsumsi juga menjadi perhatian utama. Melalui koordinasi dengan Balai Karantina Ikan serta Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, telah dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel ikan di Pasar Mardika.

Hasil pengujian bakteri, termasuk parameter Salmonella spp dan Escherichia coli, menunjukkan hasil negatif atau masih dalam ambang batas aman, sehungga bisa dipastikan ikan yang beredar di pasaran dipastikan layak dan aman untuk dikonsumsi, ungkapnya. (SM)