SABUROmedia, Ambon – Konflik sosial yang terjadi secara berkepanjangan di Maluku, termasuk bentrokan antar warga yang masih terjadi hingga awal 2026 di beberapa wilayah seperti Maluku Tengah dan Tual, membutuhkan penanganan yang komprehensif, cepat, dan berakar pada akar permasalahan. Meskipun tercatat angka konflik menurun drastis di tahun 2025 (90 kasus) dibanding 2024 (185 kasus), insiden sporadis masih menyisakan pekerjaan rumah yang serius.

Penguatan kepemimpinan nasional hingga daerah dinilai tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan tanggung jawab social, menjadi fondasi penting agar pembangunan bangsa memiliki arah yang jelas dan berdampak bagi masyarakat.

“ Spiritualitas, intelektualitas, dan kepemimpinan perlu berjalan seiring agar upaya membangun Indonesia berkemajuan dan berkeadaban memiliki arah yang jelas dan berdampak, termasuk Sapta Cita Lawamena Pemerintahan Lewerissa – Vanath saat ini, yang berfokus pada ” Transformasi Maluku Menuju Maluku Yang Maju, Adil dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045″, ujar Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku, Ruslan HS Tawari di Ruang Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Jum’at (27/02/2026).

Ketua Forum Wakil Rektor (Forwarek) PTN dan ISI Se-Indonesia ini, menyampaikan bahwa Pembukaan Ramadhan Leadership Camp ini nantinya akan menandai penguatan kolaborasi ICMI – BKPRMI dalam memadukan refleksi nilai keislaman dengan agenda strategis riset dan inovasi. Melalui forum ini, kepemimpinan tidak hanya diposisikan sebagai kapasitas personal, tetapi juga sebagai instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan keummatan dan kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, Ruslan HS Tawari yang juga Ketua MPW BKPRMI Maluku ini menegaskan peran ICMI sebagai orkestratorakan yang membuka ruang kolaborasi lintas ekosistem.

Menurut Tawari, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penyelesaian persoalan strategis daerah. Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah, akademisi, cendekiawan, Civil Society dan sektor swasta mutlak diperlukan agar agenda pembangunan berjalan efektif. Kepemimpinan kolaboratif merupakan pendekatan yang krusial dan solutif di tengah kebijakan efisiensi daerah, di mana pemerintah dituntut untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang lebih terbatas (doing more with less). Dalam kondisi anggaran yang ketat, kepala daerah diharapkan tidak hanya bertindak sebagai pelaksana regulasi, tetapi juga sebagai penggerak taktis dan inovatif yang mampu menggerakkan berbagai pihak, jelas Ketua MPW ICMI Maluku ini.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Maluku Ahmad Ilham Sipahutar, menekankan bahwa transformasi bangsa memerlukan kekuatan inovatif berbasis riset yang berpijak pada nilai moral dan etika.

Tema kita ini menekankan sinergi strategis antara ICMI (kecendekiawan) dan BKPRMI (pemuda) bersama Pemerintah Maluku untuk membangun peradaban unggul menuju Indonesia Emas 2045. Fokusnya adalah harmoni kepemimpinan, peningkatan kualitas SDM, dan kolaborasi konkrit di daerah demi transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan dengan membuka diri untuk semua pihak, menjadi keharusan, ucap mantan Wakil Ketua BPD Hipmi Maluku ini.

“ Melalui Kolaborasi antara pemikiran taktis ICMI dan semangat pergerakan BKPRMI untuk mencetak generasi pemimpin berkarakter, stabilitas sosial dan kemajuan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Fokus pada pemberdayaan SDM muda dan intelektual di Maluku agar mampu bersaing di tingkat nasional, Mengintegrasikan kebijakan lokal dengan agenda nasional (Indonesia Emas 2045) untuk pembangunan daerah. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan Maluku berkontribusi signifikan dalam menciptakan Indonesia yang maju, adil, dan makmur pada tahun 2045, “ saran Ilham, yang juga pernah memimpin KADIN Kota Ambon ini.

“ Ramadhan Leadership ini dirancang sebagai ruang temu antara Pemuda yang heterogen dan komunitas cendekiawan untuk memperkuat literasi kebijakan berbasis bukti sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas sector, dalam rangka memperkuat empati relasi social melalui penguatan ukhuwah islamiyah maupun insaniyah, jelasnya.

“ Apalagi saat ini kita melihat tantangan kepemimpinan saat ini tidak terletak pada kekurangan talenta, melainkan pada krisis orientasi, integritas, dan keteladanan, “ tegas yang biasa disapa Ilham ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ramadhan Leadership Camp BKPRMI – ICMI 2026, Rizal Salasa,, S.Pd.I, yang juga Kepala Sekolah SD Alfatah Ambon ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah siap jalan pada Kamis, 12 Maret 2026, di awali Sholat Dhuha & Tilawah di Masjid Jami’ Ambon (1860), Napak Tilas Kebangsaan ke Masjid Raya Alfatah (1963), Tugu Trikora (1961), Benteng Victoria (1575), Taman Pattimura (1817), Gong Perdamaian Dunia (2009) & Patung Martha Christina Tiahahu (1818), kemudian Kunjungan Studi Edukasi dan Parlemen Tour DPRD Maluku, Pembekalan sekaligus Buka Puasa Bersama di Hotel Grand Avira Ambon, yang akan menghadirkan Narasumber Nasional, Akademisi dan Forkopimda. Untuk itu, dia mendorong para kandidat Peserta untuk segera mendaftar, batas 10 Maret 2026 dengan kuota terbatas 100 Peserta.

Kegiatan bertema ““ Transformasi Peran ICMI – BKPRMI untuk Peradaban Indonesia : Harmoni Kepemimpinan Pemuda, Kecendekiawan dan Pemerintah Maluku Tumbuh Bersama Untuk Indonesia Emas 2045 “, ini merupakan hasil kolaborasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Forum tersebut akan mempertemukan pimpinan ICMI, pengurus BKPRMI, cendekiawan, dan Pemerintah, serta akan diikuti 100-an Peserta terpilih dari Unsur Penyuluh Agama Kementerian Agama Islam/ ASN Dinas Pemuda Olahraga, Pimpinan Remaja Masjid, Majelis Taklim/ Lembaga Dakwah Kampus, Rohis SMA/SMK/MA bersama Guru Pendamping, Kepala Pemuda Negeri/ Desa/ Kelurahan serta BEM/OKPI, untuk mendiskusikan penguatan kepemimpinan cendekiawan dan keummatan berbasis pengetahuan, akhirnya (SM)