SABUROmedia, Malut – Pengurus Wilayah Muhammadiyah Maluku mengikuti Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Nasional (PIKNAS) yang berlangsung 28 – 29 Juni 2025 di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate.

Berdasarkan Surat Mandat No 31/MDT/II.0/F/2025 tertanggal 21 Juni 2025 yang ditandatangani langsung oleh Ketua PWM Dr H M Thaib Hunsouw., M.Ag dan Sekretaris PWM Abdullah Marasabessy., SE mendelegasikan kepada Husin Mamang, Rusdin dan Ismail Borut untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Rektor UMMU, Prof. Dr. Saiful Deni., S.Ag., M.Si, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Hi. Kasman Hai. Ahmad., S.Ag., M.Pd., Akademisi UMMU, Dr. Herman Oesman, Prof. Abdul Halil Hai Ibrahim, Ketua PWPM, Muhammad Fadly., SE., M.Si, Pimpinanan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara Dr. Makbul AH Din., S.Ag., M.Si., Rektor UNIPAS Pulau Morotai Serta Peserta Piknas Kader Muhammadiyah.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh LHKP PP Muhammadiyah ini mengangkat tema : ” Mewujudkan pemimpin bangsa yang berkeadaban untuk kemajuan Indonesia”, juga dihadiri secara resmi oleh Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. Busyro Muqoddas., M.Hum.

Kegiatan ini sendiri dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe pada Sabtu (28/06/2025)

Piknas kali ini merupakan edisi kelima setelah sukses digelar di regional Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk pertama kalinya, pelatihan ini menyasar kawasan timur Indonesia, mencakup wilayah Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Sementara itu, Husin Mamang kepada SM menyampaikan 7 Point pernyataan yang disebutnya “ Risalah Baku Inga, Baku Bae”, yakni risalah bersama untuk kebaikan kebun (gura), laut, (ngolo) hutan (banga), jalan (ngoko) dengan kata lain lingkungan hidup untuk kemaslahatan bersama selayaknya kita jaga dan pertahankan. Marimoi Ngone Futuru, Bersatu Kita Teguh!

Praktik jual beli suara (vote buying) dan politik uang semakin meluas, memperlemah nilai demokrasi dan menciptakan kepemimpinan yang buruk dan berdampak buruk pada pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), yang menghasilkan ketimpangan sosial ekonomi dan kerusakan lingkungan yang tidak dipulihkan, Muhammadiyah menyadari urgensi itu, maka berikhtiar dengan Risalah Baku Inga, Baku Bae sebagai berikut :

1. ⁠Sebagai bentuk partisipasi politik dan keterlibatan dalam arena demokrasi maka perlu upaya sungguh-sungguh memberikan perkaderan secara sistematik, ideologis, maju, berintegritas, dan sungguh-sungguh, serta memberikan dukungan kepada kader-kader yang sesuai kriteria Muhammadiyah yang telah ditentukan untuk berkempetisi dan berkiprah dan berperan aktif di berbagai Lembaga baik di tingkat propinsi maupun Kabupaten/Kota;

2. Kepada pimpinan PDM untuk memberikan perhatian pada masalah-masalah kebangsaan dan kesejahteraan menyangkut tata Kelola sumber daya alam yang lestari dan berkeadilan dengan memperkuat program kegiatan di daerah serta memberikan berbagai dukungan kepada Masyarakat terdampak pertambangan baik berupa kajian, pendampingan hukum, pemberdayaan, layanan Kesehatan ibu dan anak, Pendidikan kebencanaan, serta bentuk-bentuk pertolongan secara langsung maupun tidak langsung lainnya. Kontribusi ini dapat diupayakan dengan berkolaborasi dengan beragam Lembaga seperti kampus dan NGO untuk bersama-sama bekerja pendampingan dan penguatan Masyarakat terdampak;

3. Sebagai upaya Pendidikan politik berkeadaban, perlu mensyiarkan secara luas pernyataan sikap Muhammadiyah terkait penyelenggaraan Pemilukada dan Risywah Politik pada tanggal 15 Oktober 2024 termasuk juga berlaku dalam mengawal pemilihan kepada desa yang jujur dan adil;

4. Kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang belum terbentuk LHKP dihimbau untuk mengupayakan pembentukannya sebagaimana surat edaran PP Muhamamdiyah 078/1.0/A/2023 tentang pembentukan LHKP di PWM dan PDM seluruh Indonesia mengingat mendesaknya kebutuhan persyarikatan untuk mengelola kegiatan politik dan kebijakan publik yang bermanfaat bagi kemaslahatan persyarikatan;

5. Menghimbau kepada pimpinan PWM PDM mengkordinir Kader Ortom untuk berperan aktif dalam menyiapkan diaspora kader dan mengajak kepada diaspora Kader Muhammadiyah yang berada di partai-partai politik saat ini, untuk mendorong penguatan kelembagaan, revitalisasi perkaderan politik, dan kontribusi bagi kebaikan Masyarakat;

6. Kepada PWM dan PDM di semua tingkatan agar proaktif mengkonsolidasikan organisasi untuk bersama-sama mensinergikan agenda bersama dengan berbagai Lembaga baik internal maupun eksternal dan memikirkan hal-hal strategis yang berkaitan dengan kepentingan bangsa, negara dan persyarikatan;

7. Muhammadiyah di daerah kaya SDA perlu merumuskan perannya dalam berbagai bidang yang dapat mendorong kekayaan sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama dan melakukan pencegahan kerusakan lingkungan dengan pembentukan tim kajian, tim bencana, tim hukum, tim riset dengan mendayagunakan sumber daya di Muhammadiyah, PTMA, Ortom, UPP, dan kolaborator dari pihak-pihak lain yang berintegritas, Ungkapnya (SM)