SABUROmedia, Ambon — SMK Negeri 2 Ambon selama dua hari (12-13 Juni 2025) sukses menggelar Workshop inovatif bagi 48 guru Dengan mengusung tema “Memahami Konten Pembelajaran dan Cara Mengajarkannya”.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua IGI Maluku Ode Abdurrachman sebagai narasumber utama yang memandu para guru dalam workshop yang mengarahkan para guru menguasai teknologi pembelajaran terkini.

Workshop yang dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang PSDM Ida Kurnia ini diikuti oleh guru dari berbagai jurusan, termasuk 8 guru Akuntansi, 6 guru Perkantoran, 6 guru Pemasaran, 5 guru PPLG/RPL, serta 23 guru mata pelajaran umum.
Mereka diajak untuk melakukan revolusi dalam metode mengajar melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial (KA) dan berbagai tools digital.

Materi workshop benar-benar memukau peserta. Para guru tidak hanya belajar membuat buku digital berbasis microsite dan asesmen online, tetapi juga diajarkan trik merancang presentasi interaktif menggunakan Canva Edukasi. Yang paling mengesankan adalah sesi pembuatan Modul ajar atau RPP dimulai dari simulasi mengobservasi keragaman dan karakteristik siswa kemudian menjadikannya rencana pembelajaran atau modul ajar/RPP dengan model, pendekatan dan strategi sesuai kebutuhan belajar termasuk membuat LKPD dan soal postes instan berbantuan kecerdasan Artifisial (KA), yang tak kalah menarik adalah tiba sesi membuat ice breaking dengan lagu atau konten mata Pelajaran melalui teknologi music dan lagu sebagai alternatif ice breaking kreatif.

“Metode yang diajarkan sangat aplikatif dan mudah dipraktikkan. Kami bisa langsung menghasilkan bahan ajar profesional dalam waktu singkat,” ujar Pak Sini, guru PKn yang antusias mengikuti pelatihan. Pendapat senada disampaikan Ibu Septi Jumiati yang mengaku workshop ini memberikan solusi praktis bagi kesulitan guru dalam menyiapkan administrasi pembelajaran.

Ode Abdurrachman menekankan, “Era pendidikan sekarang memacu guru melek teknologi. Dengan kecerdasan artifisial dan kreativitas guru mampu membuat sejuta inovasi untuk memfasilitasi murid, karena murid kita di kelas itu ibarat laut atau kolam tempat memancing ikan, ada banyak jenis ikan-ikan di sana dan tentu dibutuhkan keterampilan dan tools untuk mengobservasi mengidentifikasi memfasilitasi bahkan melayani hingga mengevaluasi seperti apa dan bagaimana caranya, akan dilatih secara praktis”.

Workshop ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memicu semangat inovasi di kalangan pendidik SMK Negeri 2 Ambon.

Dengan dikuasainya berbagai tools digital ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa, memudahkan bagi guru.

“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen IGI Maluku dalam mendorong transformasi pendidikan di era digital, ” ujar ketua IGI Maluku yang kini juga bertugas sebagai Fasilitator Koding dan Kecerdasan Artifisial. (SM)