SABUROmedia, Ambon — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena secara resmi membuka kegiatan Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, yang berlangsung di Aula Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, pada Rabu (30/04/2025) Malam.

Kegiatan Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon dengan mengangkat tema : “ HMI dan Metanarasi Pemikiran Ke – islaman dan Ke – Indonesiaan “.

Kesempatan itu juga hadir Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa secara Zoom, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Rektor IAIN Ambon, Rektor IAIN Sorong, Kadis Pertanian Promal, Anggota DPRD Maluku Rovik A. Afifudin dan sejumlah OPD di lingkup Pemerintah Kota Ambon, maupun para tamu undangan lainya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 Peserta yang terdiri dari para ketua dan kader HMI dari berbagai daerah, dan akan berlangsung hingga 6 Mei 2025. Pendanaan kegiatan ini turut didukung oleh Pemerintah Kota Ambon sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda Islam.

Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi tinggi kepada HMI Cabang Ambon yang dinilai konsisten menunjukkan eksistensi dan peran strategis dalam membentuk kader-kader pemimpin bangsa yang berintegritas dan berkapasitas.

Momentum ini penting untuk menunjukkan bahwa HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia terus berkontribusi dalam mencetak kader potensial, baik di bidang politik, bisnis maupun birokrasi.

Ia menekankan pentingnya pelatihan ini tidak hanya sebagai formalitas, namun menjadi ajang peningkatan kapasitas diri dan ruang refleksi pemikiran yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Hari ini tantangan kebangsaan kita berbeda. Maka dari itu, pemikiran keislaman dan keindonesiaan harus berjalan seiring, menghadirkan harmoni dan semangat kebangsaan yang moderat.

HMI memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perbedaan serta mendorong solusi atas berbagai persoalan bangsa, termasuk di tingkat daerah seperti Maluku dan Kota Ambon.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sarana membentuk pola pikir yang konstruktif dan solutif, meninggalkan cara-cara perjuangan yang emosional, dan mulai membangun narasi perjuangan untuk keadilan, kesejahteraan, serta kemajuan bangsa secara damai dan moderat.

Kita berjuang bukan lagi hanya melawan ketidakadilan, tapi juga memastikan keadilan itu terus terjaga. Itulah makna perjuangan hari ini.

Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap agar hasil dari training ini dapat memperkuat posisi HMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Pikirkan Maluku, pikirkan Ambon yang lebih baik ke depan. Di situlah HMI akan semakin berjaya. Dan kami dari pemerintah yakin, kader-kader HMI mampu menjawab tantangan itu.

Training ini juga menjadi ajang diskusi dan refleksi bersama tentang masa depan peran HMI dalam menguatkan nilai Islam yang inklusif dan keindonesiaan yang utuh di tengah dinamika zaman. (SM-MSA)