SABUROmedia, Ambon – Kemarin Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Patimura Prof. Dr. Dominggus Malle., S,Pt., M.Sc bersama dengan Wakil Rektor IV Dr. Ruslan H. S. Tawari., M.Si. menggelar Konferensi Pers untuk melakukan Klarifikasi terkait dengan pemberitaan : “ Unpatti Menuju World Class University: Kampus Elit, THR Sulit “, pada Rabu (19/03/2025) yang berlokasi di Lantai III Gedung Rektorat Unpatti, Poka Rumah Tiga Ambon.
Dalam Klarifikasinya, Wakil Rektor I menyampaikan bahwa sesuai dengan SK Rektor No 59/UN13/SK/2025 menjelaskan tidak ada PPNPN PSDKU MBD yang berinisial I.A.S, sebutnya.
“ Bahwa sesuai dengan kontrak kinerja yang di buat antara PPNPN dengan pihak UNPATTI (PSDKU) pada Pasal 8 disebutkan PPNPN wajib mentaati jam kerja dan apabila kehadirannya kurang dari 75% dalam satu bulan, maka tidak akan dibayarkan gajinya, serta jika terdapat PPNPN lainnya yang disinyalir tidak sesuai dengan poin sebelumnya pasti tidak akan di bayarkan gajinya, “ jelasnya.
Sedangkan terkait dengan THR sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan RI No 23 tahun 2025 tidak disebukan bagi PPNPN tenaga teknisi dan tenaga administrasi, yang di sebutkan hanya bagi PPNPN dalam jabatan, sambungnya.
Akibat dari efisiensi anggaran berdampak pada keuangan PSDKU yang mengalami devisit atau minus, tambahnya.
Jadi THR itu meliputi tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan umum dan tunjangan kinerja. Jadi ketentuan itu tidak secara implisit berlaku kepada PPNPN tenaga teknisi dan tenaga administrasi, ” Ungkap Prof. Dr. Dominggus Malle., S,Pt., M.Sc ke Peserta Konperensi Pers.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Ruslan H. S. Tawari., M.Si juga mengklarifikasi terkait dengan Tiga tahun penantian Fhoto wisuda alumni tahun 2022 raif di telan bumi.
Menurutnya, ada beberapa hal karena jangan sampai terkesan Unpatti membiarkan hal yang sifatnya tidak melayani Mahasiswa. Banyak sekali pendapat publik yang berseleweran di media-media sosial lainnya. Pada Periode 2021, 2022 itu memang adanya lembaga yang di sebut sebagai Pattimura Kreatif. Lembaga ini dibentuk untuk menggalang talenta-talenta Mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya salah satunya pengembangan masalah fhotografi, sehingga dalam pengembangan itu kemudian diberi tugas untuk mengorganisir pelaksanaan Fhoto Wisuda tersebut, Ungkap Wakil Rektor Ruslan Tawari.
“ Jadi yang di persoalkan media pada tahun 2023 adalah terkait adanya sebagian Mahasiswa yang Fhoto wisudanya tidak dikeluarkan, sementara mereka sudah membayar. Namun yang menjadi soal, ketika itu bahwa pengelolaan secara administratif dan keuangan tidak melibatkan Universitas Pattimura, melainkan di kelola secara mandiri oleh pihak Patimura Kreatif, “ Ungkapnya.
Jadi ini adalah peristiwa yang bukan baru terangkat, melainkan berita lama, Pungkas beliau.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy dalam banyak kesempatan mengatakan pihaknya terus berupaya menjadikan Unpatti sebagai perguruan berkelas dunia atau World Class University.
Untuk mencapai itu, telah banyak yang dilakukan, termasuk memastikan akreditasi dari semua program studi berstatus unggul hingga internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing perguruan tinggi.
Saat ini dari 105 prodi jenjang S1, S2 hingga S3 di Unpatti, ditargetkan 35 persen atau sekitar 40 Prodi harus berakreditasi unggul dan 5 persennya akreditasi internasional. (SM)
