SABUROmedia, Ambon — Penjabat (Pj) Gubernur Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU berharap Film Lafran “ Saya Lillahi Ta’ala untuk Indonesia ” menjadi sumber inspirasi bagi kader HMI di Maluku dalam upaya menyatukan seluruh komponen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu, ia sampaikan sebelum nonton bareng (nobar) penayangan perdana Film Lafran di Cinema XXI, Ambon City Center bersama Koordinator Presidium (Koorpres) Majelis Nasional KAHMI dan Produser Eksekutif film Lafran, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Koorpres Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Maluku, M. Nasit Marasabessy dan sejumlah para kader/ alumni HMI lainnya, pada Kamis sore (06/06/2024).

“ Kami berharap, inspirasi yang dilakukan tokoh nasional melalui film ini, akan memberi inspirasi bagi seluruh anggota HMI bahwa kita ikuti jejak para pejuang ini, untuk terpatri dalam diri kita, berbuat bagi bangsa dan negara, sebagaimana tertuang dalam Mars HMI yang kita nyanyikan bersama-sama,” harapnya.

Menurutnya, pemerintahan mengakui adanya kontribusi signifikan yang diberikan HMI terhadap kemajuan Indonesia. HMI telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh di berbagai bidang termasuk legislatif, eksekutif dan bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa HMI bukan hanya sekadar organisasi mahasiswa, tetapi juga wadah pembinaan kepemimpinan yang efektif.

“ Negara tidak dapat memungkiri bahwa pejuang-pejuang HMI telah memberikan kontribusi positif dan telah melahirkan orang-orang hebat di republik ini sebagai legislator, eksekutif, bisnis dan banyak lagi adalah peran dari tokoh yang sangat hebat ini, Lafran yang telah melahirkan HMI sebagai organisasi yang tidak kalah penting peranannya dalam kemajuan bangsa ini,” ungkapnya.

Ia juga berharap, peran penting film Lafran sebagai alat edukasi dan motivasi, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan nilai – nilai kebaikan dan kemaslahatan. Sebab, jika sebuah film mampu menginspirasi penontonnya untuk berbuat baik dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, maka film tersebut telah mencapai tujuan yang sangat mulia.

“ Kita berharap, film ini lebih menginspirasi bagi siapa saja yang nonton untuk berbuat baik, berbuat kemaslahatan bagi umat, bangsa dan negara,” harapnya lagi.

 

Dalam kesempatan itu, Pj. Gubernur memberikan apresiasi dan penghargaan kepada KAHMI atas ditunjuknya Kota Ambon sebagai tempat nonton bersama film Lafran.
“Liburan ke Ambon bersama kawan. Diperjalanan jumpa pak Joli. Hari ini kita tanyangkan film Lafran, semoga menjadi inspirasi bagi kader HMI,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI dan Produser Eksekutif film Lafran, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, Film Lafran merupakan film pertama yang diproduksi keluarga besar HMI KAHMI. Film yang proses pembuatannya selama tujuh tahun itu diinisiasi oleh Akbar Tandjung, setelah Pendiri HMI, Lafran Pane, dinobatkan sebagai pahlawan nasional di tahun 2017 lalu.

“ Bang Akbar Tandjung memerintahkan kita untuk membuat buku tentang biografi dan berkembang menjadi film. Proses pembuatan film ini memang cukup lama, 7 tahun Pak Gubernur. Jika orang bertanya kok lama sekali 7 tahun, Ya, karena kita HMI bukan organisasi pengusaha. Justru agak aneh kalau HMI buat film hitungan bulan, orang malah tanya ini siapa yang bayar ? Dan selama 7 tahun ini kita juga melakukan proses yang sesungguhnya, inilah hakikat dari HMI. Jadi terjadi proses kaderisasi juga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Doli mengatakan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memainkan peran utama dalam mengembangkan Islam yang terbuka, toleran, modern dan menghargai perbedaan. Film Lafran diharapkan dapat membawa semangat perjuangan tersebut ke layar lebar.

“ Ide pembuatan film Lafran ini tentang pentingnya peran HMI dan organ-organ pendukungnya kembali memperjuangkan cita-cita dan gagasan Lafran Pane tentang ke-Indonesiaan yang menyatukan. Dan siapapun itu mereka yang pernah merasa sebagai kader HMI mesti menyaksikan film Lafran ini,” ajak Doli.

 

 

Disebutkan, bahwa keberanian Lafran harus diinformasikan kepada publik. Meskipun namanya tidak sepopuler para pendiri bangsa lainnya, namun keberanian Lafran dapat menjadi sumber keteladanan bagi generasi muda. Proses pembuatan film biografi ini, bahkan membutuhkan empat generasi kepemimpinan KAHMI untuk menuntaskannya sebagai bentuk pengabdian kepada HMI dan Indonesia.

“ Jadi film ini akhirnya bisa selesai karena kerja empat generasi. Generasinya Bang Akbar, Bang Nasir Biasane, saya dan terakhir generasinya Arif Rosyid (Mantan Ketum PB HMI). Film ini penuh makna dan dinamika. Jadi kolaborasi ini ada proses kaderisasi,” tutup Doli.

Sebagai informasi, KAHMI bekerja sama dengan rumah produksi Reborn Initiatives, telah memutuskan untuk mengangkat kisah perjuangan Lafran Pane dalam mendirikan organisasi mahasiswa yang berbasis ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

Film berjudul “ Lafran ” ini, diproduksi sebelum pandemi tahun 2020, kini proses pasca-produksinya telah selesai.

Film biografi berdurasi 1 jam 45 menit yang dibintangi Dimas Anggara itu, akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 20 Juni 2024. Dan ditargetkan akan ditonton oleh 2 juta orang di seluruh Indonesia. (SM-BAPSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *