SABUROmedia SBT — Abdul Sileuw Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Gmni) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendesak Dinas PUPR  yang belum menindaklanjuti poin-poin penting  kesempatan bersama saat audensi bersama melalui berita acara para demonstrasi 27 Mei 2024 lalu.

 

Hal  ini disampaikan Sileuw pada Jurnalis media online saburomedia.com,  dirinya  resah dan gelisah karena belum ada tindak lanjuti poin-poin yang dimaksud, hingga merasa kecewa terhadap PUPR Kabupaten Seram Bagian Timur, ” ucap Bung Sileuw ke Media,  Rabu (05/06/2024).

 

Selain itu, Orang nomor dua (2) pada OKP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini merasa resah karena belum ada tanggapan baik dari PUPR SBT soal poin-poin yang selama dimaksudkan.

 

” Apabila Dinas PUPR dalam jangka waktu dekat ini tidak menindaklanjuti, maka yakin sungguh saya dan teman-teman melakukan aksi besar-besaran bersama dibantu OKP lainnya, ” tegas Sileuw

 

Bung Abdul juga mengungkapkan, Pimpinan PU Kabupaten Seram Bagian Timur sampai saat ini tidak menindaklanjuti tuntutan yang mere sampaikan lewat demonstrasi itu.

 

” Dimana pada tanggal 27 Mei tahun 2004 ini menjadi pertimbangan kepada Saya selaku Sekretaris Cabang GMNI Kabupaten Seram Bagian Timur. Sekali lagi mendesak kedua kalinya untuk Pimpinan PU Kabupaten Seram Bagian Timur agar segera mentindaklanjuti persoalan ini, “ pintanya.

 

Dia juga menambahkan, berdasarkan aturan undang-undang Nomor 34 Tahun 2006 itu sudah menjelaskan tentang Jalan yang  harus diimplementasikan, namun sampai saat ini jembatan – jembatan yang ada di Kecamatan Teluk Waru sampai Kecamatan Siritaun  Wudatimur tidak terealisasi, ” tegas Bung Abdul

 

Masih pada Bung Abdul, kami sudah sampaikan lewat demonstari  kemarin pada tanggal 27 Mei tahun 2024 sampai saat ini terhitung beberapa minggu.

 

Menurut hemat saya, Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur selaku pemangku kebijakan tertinggi di Daerah harus  melihat kondisi yang terjadi di Kecamatan Teluk Waru sampai Kecamatan Siritaun Wudatimur saat ini tidak melihat persoalan-persoalan jalan yang rusak di kecamatan itu.

 

Bung Abdul Saat ditanya wartawan SM, ” Apakah dari awal sudah ada penyampaian dari PU soal menindaklanjuti masalah yang ada, kira-kira dispensasi waktunya ada atau tidak ?

 

Secara spontan, Bung Sileuw menjawab, iya kemarin ada sedikit, namun  pada saat diskusi lewat kantor PU Kabupaten Seram Bagian Timur, kebijakan  itu disurati dan dilakukan hingga tembusan kepada setiap pimpinan – pimpinan PU sendiri tidak melaksanakan apa yang kemudian disampaikan, ” ucapnya

 

Masih pada wartawan SM dan Bung Sileuw, apakah betul dan sudah ada koordinasi hingga Bapak menyatakan tidak butuh ???, sudah pernah koordinasii. Dijawab tegas oleh Bung Abdul, iya sudah pernah koordinasi itu melalui  tingkat koordinasi melalui hasil representasi bersama PU.

 

” Pada tanggal 27 mei sudah beberapa hari tuntutan yang kemudian kami sampaikan tidak terealisasi, ini yang kemudian saya selaku sekretaris cabang GMNI Kabupaten Seram Bagian Timur merasa resah terhadap tuntutan yang disampaikan pada tanggal 27 mei itu adalah tuntutan rakyat yang hukumnya wajib.

 

Lanjut Bung Sileuw, selaku pemimpin organisasi siap mengawal namun sampai saat ini tidak ada respon positif terhadap pimpinan PU Kabupaten Seram Bagian Timur untuk mentindaklanjuti tuntutan yang kami harapankan.

 

Secara tegas Sileuw menegaskan, PU Kabupaten Seram Bagian Timur tidak menindaklanjuti masalah ini maka yakin sungguh akan dilakukan demontrasi besar-besaran di Kabupaten bertajuk “Ita Wotu Nusa’ itu.

 

” satu atau dua hari kemudian harus ditindaklanjuti, kalau tidak maka jangan salahkan kami, jika ada gerakan-gerakan selanjutnya yang  akan kami lakukan, mungkin itu saja yang perlu saya sampaikan, “ tutupnya (SM-GriezSBT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *