SABUROmedia, SBT — Namanya Ibrahim Rumbelis, usianya baru 24 tahun namun sudah terpilih oleh Masyarakat sebagai Kepala Desa Tubir Masiwang di Kabupaten Seram Bagian timur. Di Desa terpencil berselimutkan rimbun hutan Pulau Seram itu, Alumni Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon tahun 2023 ini mejalani hari-harinya dan mengabdi sebagai seorang Kepala Desa termuda di Kabupaten Seram Bagian Timur.

 

Dalam suatu kesempatan berjumpa dengan dosennya Dr. Saidin Ernas di Kota Bula beberapa waktu lalu, Ibarahim membagikan pengalaman membangun Desanya dalam 1 Tahun terakhir. Melalui skema Dana Desa, Ia menetapkan sejumlah program prioritas Pembangunan Desa yang fokus pada pertanian dan perkebunan sebagai potensi local yang sangat menjanjikan dan dikuasai oleh Masyarakatnya. Seluruh warga Desa diwajibkan memiliki kebun sayur mayur dan palawija untuk mendukung ekonomi keluarga. Ibrahim menfasilitasi proses pemasaran berbagai hasil kebun tersebut di Kota Bula dan sekitarnya.

 

Hal lain yang menarik adalah subsidi yang diberikan kepada Mahasiswa dari Desanya yang sedang belajar di Perguruan Tinggi. Nilainya sekitar 5 juta rupiah setiap tahun, jumlah yang sangat membantu anak – anak muda dari Desa Tubir Masiwang untuk terus belajar menggapai mimpi hingga Perguruan Tinggi. Ibrahim berencana meningkatkan jumlah subsidi pendidikan setiap tahun.

 

Hal yang masih terus diupayakan oleh Ibrahim di Desanya saat ini adalah sebuah sekolah SD yang layak untuk anak – anak Desa belajar. Saat ini anak – anak masih belajar di sekolah SD yang terletak di Desa tetangga, jaraknya sekitar 3 KM.

 

“ Di Desa kami hanya terdapat kelas jauh dari sekolah SD di Desa tetangga kami, Saya ingin ada sekolah SD di Desa Tubir Masiwang, ” ungkapnya.

 

Untuk mewujudkan mimpinya Ibrahim giat berkoordinasi dengan Pemeritah Kabupaten setempat. Ia bahkan berencana ikut mengajar sebagai Guru, jika Sekolah itu sudah terbentuk.

 

Desa Tubir Masiwang saat ini juga sudah dilengkapi jaringan telepon dan Internet. Jaringan telepon di Desa itu  belum maksimal. Ibrahim ingin agar akses internet di Desanya bisa ditingkatkan lagi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran anak – anak di Desa. Sebagai seorang sosiolog muda, Ibrahim paham bahwa hanya melalui pendidikan yang berkualitas ia bisa mendorong transformasi sosial yang lebih besar dan meningkatkan kesejateraan Masyarakatnya.

 

Ibrahim adalah contoh anak muda, lulusan Perguruan Tinggi yang mau Kembali ke kampung halaman, melepas pakaian necis, berkubang dengan tanah dan lumpur untuk mengabdi dan membangun Desanya. Kita memerlukan Ibrahim-ibrahim lain untuk membangun desa-desa terpencil di Maluku ini. (SM-GriezSBT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *