SABUROmedia, SBB — Anggota DPR RI Asal Maluku, Mercy Barends dalam kunjungan reses perorangannya ke Kabupaten SBB  menggandeng program bersama dengan Kementerian dan Lembaga,  dimana pada hari Selasa, (10/10/2023) telah menggelar pertemuan dengan Masyarakat  dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan akan dilanjutkan pada esoknya Rabu, (11/10/2023) bersama BPH Migas.

 

Ketika diwawancarai SM di Rumah Makan, Depot 88, Dusun Waimeteng Pante, Kota Piru. Selasa (10/10/2023) Barends mengatakan, kegiatan pertemuan antara dirinya bersama BRIN maupun Masyarakat adalah untuk   program penguatan  literasi digital sehingga masyarakat di Pulau – Pulau  mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama bagi  para siswa, Mahasiswa dan Guru

 

” Karena ini berkaitan dengan penguatan kualitas dan penguatan sistem belajar mengajar dan lainnya, ” ungkap Barends

 

Sementara pada pertemuan yang kedua yang berlangsung pada Rabu (11/10/2023) akan dilakukan bersama  salah satu Komite BPH Migas, dimana tujuan dari pertemuan itu adalah untuk menjembatani banyaknya surat masuk yang dikirimkan masyarakat kepada Barends, terkait masalah BBM bagi Masyarakat pengguna kendaraan bermotor  dan akses BBM bagi Nelayan dan Petani di sejumlah SPBU Kompak dan lain- lain.

 

Menurutnya,  dari pengalamannya saat melakukan perjalan dari Kabupaten SBT ke Kabupaten SBB,  ternyata ditemui ada SPBU yang kosong tidak menjual BBM sehingga menjadi persoalan terkait dengan persediaan BBM kepada Masyarakat .

 

Awalnya Kita berharap dengan memperbanyak SPBU Kompak dan SPBU satu harga, Masyarakat bisa cepat mengakses BBM tetapi ternyata kok tidak,  mungkin ada kendala pada kuotanya.

 

Karena itu, dalam pertemuan besok bersama komite BPH Migas, Pertamina serta Kementerian ESDM dan para Pengurus dan Pelaku usaha Penyalur BBM,  Barends berharap akan dapat  dicarikan solusi untuk persoalan kurangnya stok BBM di Kabupaten ini.

 

Barends menandaskan, saat bertemu nanti. Pihaknya  akan meminta berbicara mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kuota minyak, pasalnya  kalau bertambah banyak Pengusaha BBM, tetapi Kouta minyaknya tidak bertambah, maka sama saja tidak berguna.

 

” Mestinya dengan membuka agen baru kan tambah kuotanya supaya masyarakat bisa lebih banyak mengakses BBM, Saya kira itu dalam rangka memperkuat ketahanan energi baik dalam sektor kelistrikan maupun dalam rangka ketahanan BBM, ” Ungkapnya.

 

Terkait persoalan langkanya BBM jenis Pertalite. Barends mengatakan, Pertalite adalah jenis bahan bakar jenis tertentu  yang harganya dikendalikan oleh Pemerintah dan lain – lain, dalam tanda petik disubsidi, tentunya barang subsidi diminanti oleh setiap orang, sehingga jika dikasih masuk sebanyak berapapun tetap habis akhirnya menjadi kendala.

 

” Untuk SPBU yang menjual Pertalite paling pagi buka sebentar, siangnya sudah habis. Untuk itu, kendala menghadapi langkanya BBM jenis Pertalite adalah  dengan cara BBM jenis Pertamax harganya diturunkan sedikit sehingga Masyarakat dapat mengakses BBM dengan ketersediaan kuota  yang cukup dan harga terjangkau, Persoalan ini juga akan jadi perbincangan pada pertemuan kedua semuanya akan bicara sehingga kita bisa menentukan langkah – langkah kedepan, ” jabar Barends

 

Mercy Barends mengungkapkan persoalan yang terjadi sebelumnya adalah :  pada beberapa waktu lalu, ada desakan untuk menambah jumlah agen penyalur BBM, karena itu diperbanyak jumlah agen penyalur BBM, dan BBM satu harga  sampai ke pelosok –  pelosok, tetapi ternyata sampai kesini berubah lagi persoalannya, yakni persoalan berkaitan dengan  kuota BBM di tiap daerah sehingga dengan naiknya kuota BBM yang  tidak signifikan maka Masyarakat masih sulit mengakses BBM dengan harga terjangkau.

 

Sementara untuk persoalan BBM jenis Minyak Tanah, meski Pemerintah telah memprogramkan konversi Mitan ke Gas dengan subsidi tabung elpiji 3 Kg tetapi karena  masih dalam tahap persiapan, maka Pihaknya tidak bisa mengecilkan peran kuota BBM, karena kalau terjadi Kelangkaan dan naiknya harga BBM akan dapat menimbulkan gejolak dan shock ditengah – tengah Masyarakat.

 

Karena itu, pihaknya harus mencari solusi dengan Tim Pengelola Anggaran (TPA), sehingga Anggota DPR-RI ini berharap pada Rabu besok Penjabat Bupati SBB maupun Wakil dari Pemda SBB dapat hadir pada pertemuan sehingga dapat dicari solusi bersama – sama. ( SM-NKSBB )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *