SABUROmedia, SBB — Tim Ina Latu Maluku Peduli Kesehatan atau Ina Latu Malika di Ketuai Ina Latu Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail kembali melakukan pelayanan kesehatan Khitanan serta Pengobatan umum dan spesialistik di Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB, Kamis, (7/9/2023).

 

Isteri Gubernur Maluku ini terjun langsung untuk memantau pelaksanaan pelayanan kesehatan ini.

 

Sebelumnya pelayanan yang sama di laksanakan di Desa Gale-Gale, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu (6/9/2023).

 

Kali ini di Desa Waihatu, sebanyak 252 orang mengikuti pemeriksaan dan 41 anak mendaftar untuk disunat.

 

Widya Pratiwi Murad yang didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Meikyal Pontoh terlihat menyapa anak-anak yang akan yang akan di khitan untuk membuat mereka merasa nyaman dan tenang.

 

Pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesehatan seluruh anggota masyarakat, mencakup berbagai aspek, seperti pencegahan penyakit, promosi kesehatan, perawatan medis, dan edukasi kesehatan.

 

Pelayanan kesehatan masyarakat berperan penting dalam menjaga kesejahteraan dan produktivitas masyarakat.

 

Kepada SM, Ibu Ira, salah satu pasien dengan kasus gejala Kista, menilai kegiatan khitanan massal gratis yang juga disertai dengan pelayanan pengobatan umum dan spesialis sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ini dapat membantu mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan di komunitas dengan memberikan akses ke layanan medis yang mungkin sulit dijangkau oleh sebagian orang.

Selain itu, kegiatan seperti ini juga bisa berfungsi sebagai sarana edukasi kesehatan yang penting.

 

“ Kami sangat berterima kasih karena medapatkan pelayanan yang langsung di Masyarakat,” katanya.

 

Menurutnya, kegiatan seperti khitanan massal gratis dengan pelayanan pengobatan umum dan spesialis adalah bentuk bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Masih kata Ira, kegiatan ini membantu mengatasi masalah kesehatan dan memberikan manfaat kepada banyak orang yang mungkin memiliki akses terbatas ke perawatan medis. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kepedulian sosial yang dapat memperkuat ikatan komunitas.

 

“ Pelayanan dokternya bagus, ramah. Mudah-mudahan berjalan lancar sampai selesai. Saya pribadi masih ada 2-3 kali pemeriksaan untuk penyakit yang saya alami. Mudah-mudahan tidak ada penanganan serius dan obatnya cocok,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Dokter Spesialis Kandungan RSUD Kota Piru, Kabupaten SBB, Johan Selanno, yang tergabung dalam tim Khitanan Massal Gratis Pengobatan Umum dan Spesialistik, mengaku telah melakukan pemeriksaan kurang lebih 12 pasien. Enam diantaranya belum mengandung, sisanya adalah pasien ibu hamil (Pemeriksaan rutin biasa). Dari beberapa kasus yang didapat, ada dua kasus yaitu ibu dengan kista ovarium.

 

“ Segera kita ambil tindakan untuk pengobatan lanjutan, kemudian diobservasi. Kalaupun dilakukan tindakan operatif akan kita lakukan sesegera mungkin.

Untuk pasien yang hasil pemeriksaannya akan ditindaklanjuti, saya sudah sampaikan ke pasiennya untuk nanti ke RSUD Piru, untuk kita lakukan evaluasi kembali sesuai progres penyakitnya,” tutup Dokter Selanno. (SM-BAPSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *