SABUROmedia. Bursel – Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa didampingi Sekretaris Daerah Drs. Umar Mahulette menanam anakan mangrove dan melepaskan bibit kepiting di Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan, Minggu (03/09/2023).

Dalam penanaman anakan mangrove dan melepaskan bibit kepiting tersebut, selain Bupati Safitri Malik Soulisa, juga turut dihadiri Sekretaris Daerah Drs. Umar Mahulette, TNI Polri, Para staf ahli, Para asisten setda, Para Dokter RSUD dan Direktur RSUD Salim Alkatiri dan Para Pencinta alam.

Penanaman anakan mangrove dan melepaskan bibit kepiting tersebut, juga untuk melestarikan alam sehingga pengembangan pariwisata buru selatan kini memberikan tren yang positif,” kata Safitri.

Sambung Safitri, karena kabupaten buru selatan ini di lirik terus oleh wisatawan manca negara yang menjadikan buru selatan sebagai daerah tujuan wisata.

” Kami di buru selatan memiliki 12 wisata unggulan yang menjadi prioritas untuk di kembangkan,” kata Safitri.

Kemudian dijelaskan Safitri, Buru selatan juga akan menjadi pengembangan pariwisata unggulan berbasis sustainable, tourisme atau pariwisata berkelanjutan. Hal itu menjadi konsep pemerintah kabupaten buru selatan dalam pengembangan desa wisata.

Tambahnya lagi, Karena dengan adanya pariwisata berkelanjutan maka akan menciptakan ekonomi, sosial, budaya dan masa depan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikesempatan itu pula Bupati Safitri mengatakan, Ia akan berupaya agar ada peningkatan sustainable tourism e yang akan di tetapkan pada desa wisata yang di fokuskan ada 4 (empat) yang akan di kembangkan di antaranya, Pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosial ekonomi) jangka panjang, ekonomi berkelanjutan budaya (sustainable culture), yang harus di kembangkan dan perlu di jaga dengan baik dari aspek lingkungan, ” jelasnya.

Lanjut Bupati, dan empat aspek yang di sebutkan, maka ada ekosistem lingkungan sehingga ada aksi perubahan yang di lakukan oleh peserta PIM III akan menanam anakan mangrove sebanyak 500 pohon di desa waefusi.

Bupati Safitri juga berharap agar kegiatan ini bertujuan untuk kita dapat menjaga keseimbangan dari aspek ekosistem lingkungan sehingga daya tarik wisata dan tetap terjaga dengan baik, jika lingkungan rusak maka akan terjadi degradasi terhadap kualitas daya tarik wisata hal itu juga akan mengurangi kunjungan wisatawan ke desa.

” Harapannya lagi, agar dengan adanya kelestarian lingkungan wisata dan di berikan bibit tetap terjaga dan di pelihara secara baik, dan jangan merusak pohon mangrove dan menebangnya sembarangan, tujuannya untuk dapat menarik daya saing wisatawan di desa tersebut, tutupnya. (SM/AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *