SABUROmedia, Malteng — Pendidikan adalah salah satu faktor penting yang menentukan masa depan suatu bangsa. Tanpa pendidikan yang berkualitas, bangsa akan sulit berkembang dan bersaing di era globalisasi. Namun, kenyataannya, pendidikan di Indonesia masih menghadapi banyak masalah dan tantangan, terutama di daerah-daerah terpencil dan tertinggal.

 

Salah satu contoh daerah yang masih mengalami kesenjangan pendidikan adalah Maluku. Provinsi ini memiliki banyak pulau dan wilayah yang sulit dijangkau oleh Pemerintah dan masyarakat. Akibatnya, banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.

 

Hal ini seperti yang disampaikan Taher Lesilawang dari Komunitas Baileo Literasi-IAIN Ambon, bahwa salah satu sekolah yang menjadi saksi bisu dari kondisi pendidikan di Maluku adalah SD YPPK Manusela, sebuah sekolah Kristen yang berdiri sejak tahun 1850 di Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Sekolah ini tidak memiliki tembok yang kokoh, kursi dan meja yang layak, buku dan alat peraga yang cukup, bahkan guru yang kompeten dan profesional.

 

Sekolah ini juga tidak mendapatkan bantuan dan perhatian dari pihak yayasan yang mengelola sekolah tersebut, yaitu yayasan JB Sitanala. Padahal, Yayasan ini merupakan salah satu yayasan pendidikan Kristen tertua di Indonesia yang didirikan oleh Dr. J.B. Sitanala, seorang dokter dan pejuang kemerdekaan asal Maluku, jelasnya.

 

Situasi ini tentu sangat memprihatinkan dan merugikan bagi siswa-siswi SD YPPK Manusela yang berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan, tambhanya.

 

Oleh karena itu, perlu ada langkah-langkah konkret dari pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku, khususnya di SD YPPK Manusela. Bukan hanya sekadar membangun gedung atau menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lain seperti kurikulum, metode, guru, siswa, orang tua, lingkungan, dan budaya, pintanya.

 

Pendidikan berkualitas adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Maluku secara keseluruhan. Dengan pendidikan berkualitas, Maluku dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Dengan pendidikan berkualitas, Maluku dapat menunjukkan jati dirinya sebagai negeri seribu pulau yang kaya akan potensi dan keberagaman, harap mahasiswa IAIN Ambon ini.

 

Mari kita bersama-sama berjuang untuk mewujudkan pendidikan berkualitas di Maluku. Karena masa depan pendidikan Maluku terancam jika kita tidak segera bertindak, tutup aktifis pendidikan ini (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *