SABUROmedia, Ambon — Komoditas ekspor perkebunan di Maluku menggeliat. Sebanyak 14,8 ton komoditas perkebunan berupa pala dan cengkeh dilepas untuk di ekspor ke negara tujuan Belanda.

 

Ekspor Pala-Cengkeh oleh PT. Kamboti Rempah Maluku itu berasal dari Banda, Ambon dan Seram.

 

Pelepasan ekspor oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku, Mustafa Sangadji berlangsung di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa (13/6/2023).

 

Saat pelepasan, Sangadji yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie didampingi Kepala Perwakilan BI Maluku, Kepala Kantor Wilayah Pelayanan Bea Cukai Ambon, General Manager PT. Pelindo Cabang Ambon, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku serta Direktur PT. Kamboti Rempah Maluku.

 

Sekda dalam sambutannya yang disampaikan Sangadji mengatakan, sebelumnya, ditahun 2021 Maluku telah melakukan ekspor komoditi perkebunan setelah 21 tahun terhenti, dengan nilai ekspor us$ 428,74 ribu (volume 56,04 ton).

 

Ditahun 2021 juga Maluku melakukan ekspor langsung komoditi kehutanan dengan nilai ekspor US$ 125,93 ribu (volume 58,88 ton).

“ Ekspor perdana PT. Kamboti Rempah Maluku dilakukan pada tanggal 29 Januari 2022, dengan nilai US$ 126,7 ribu dengan volume 8,46 ribu ton. Ekspor ini juga sekaligus menandai bahwa kita telah melakukan diversifikasi produk, artinya bahwa komoditi non migas tidak bertumpu pada sektor perikanan, tapi juga pada sektor perkebunan dan kehutanan,” ungkap Sangadji.

 

Terkait kegiatan ini, Sekda menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada PT. Kamboti Rempah Maluku yang kembali melakukan ekspor pada tahun 2023 ini serta perannya dalam menggerakkan ekspor Maluku.

 

Terima kasih juga, disampaikan kepada semua pihak yang telah bekerjasama untuk peningkatan ekspor Maluku.

 

“ Semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat membawa hasil yang menggembirakan dimasa yang akan datang,” ucapnya.

 

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan, dinamika ekonomi dunia yang terus berubah dan menimbulkan berbagai dampak bagi sejumlah negara termasuk Indonesia dan Maluku secara khusus, memaksa partisipasi setiap daerah dan difasilitasi oleh negara untuk ekspansi pasar sebagai solusi untuk mengatasi dampak resesi global agar mampu bertahan di kancah persaingan perdagangan internasional.

 

“ Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, telah mempersiapkan langkah dan strategi baru dengan melakukan diversifikasi pasar dan diversifikasi produk. Melalui strategi ini, pasar tujuan ekspor kini beralih ke sejumlah negara yang menyediakan potensi pasar yang cukup signifikan untuk dieksplorasi,” ungkapnya.

 

Dengan mempelajari trend dan selera konsumen sekaligus memenuhi persyaratan ekspor di negara tujuan ekspor, lanjutnya, Maluku diharapkan dapat berhasil memperoleh peluang pasar yang menjanjikan bagi peningkatan ekspor di daerah saat ini dan akan datang.

 

“ Peluang ekspor saat ini terbuka sangat lebar, namun pelaksanaannya memerlukan sinergi yang baik. Maka pesan dan harapan saya khususnya para eksportir untuk dapat meningkatkan ekspor dari Maluku dengan menemukan peluang dan inovasi baru sesuai kebutuhan daerah dan kebutuhan masyarakat serta menjaga kontinuitas,” tandasnya (SM-BAPSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *