Oleh :

Ismail Borut

 

SABUROmedia — Momentum Musyawarah Daerah Aisyiyah kota Ambon yang diselengarakan pada 17 Mei 2023 dengan tema ‘’Perempuan Ambon Berkemajuan Mencerahkan Maluku’’ tema ini dipilih karena telah mengambarkan pandangan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam di Ambon dalam memajukan perempuan guna mengukir peradaban yang mencerahkan. Perempuan dikatakan berkemajuan jika alam pikiran dan kondisi kehidupan perempuan yang maju dalam segala aspek kehidupan tanpa mengalami hambatan dan dikriminasi baik secara kultural maupun kultural. Gerakan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah tentunya telah memberikan kontribusi yang besar dalam  kemajuan dengan misi utama dakwah dan tajdid telah bergerak aktif dalam membangun masyarakat melalui aspek dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

Dalam konteks sosio historis pergerakan Aisyiyah di Ambon tidak dapat dipisahkan dengan lahirnya Muhammadiyah di Ambon sejak tahun 1930 menjadi gerakan perempuan Islam yang berkemajuan dan mencerahkan. Selama hampir setengah abad gerakan Aisyiyah di Ambon telah menempati posisi penting dalam sejarah pergerakan perempuan Islam dalam memajukan kehidupan sosial masyarakat di Maluku.  Pada tahun 1932 perempuan Ambon telah mengikuti kongres Aisyiyah dan Muhammadiyah di Makassar mereka itu adalah Zubaida Haulusy, kongres ini tentunya tidak terlepas dari perwakilan perempuan Aisyiyah Ambon saat itu di Makassar, istrinya Raden Saparwi, Saleh Kastor, Mohammad Abu Kasim, Abdul Kadir Kimkoa. Saat itu Aisyiyah menjadi majelis di bawah persyarikatan Muhammadiyah, majelis Aisyiyah saat itu yang dipimpin Zubaidah Haulusy sebagai ketua majelis Aisyiyah Muhammadiyah Maluku tahun 1932-1952. Hal tersebut menggambarkan betapa majunya pemikiran perempuan Islam Ambon saat itu sebagai bentuk pergerakan mereka cinta tanah air dan peran kebangsaan mereka di Maluku pada masa kolonialisme penjajahan

Keloporan dan karya amaliyah mereka saat itu, telah mengubah zaman dan keadaan umat Islam serta mencerahkan Maluku. Banyak rintisan amaliahnya yang bersifat monumemtal, kelihatannya senderhana jika dipandang dari alam pikiran saat ini tetapi justru menjadi titik perubahan dan merupakan suatu kemajuan manakalah dikaitkan dengan masa itu. Maka konteks inilah Aisyiyah merupakan organisasi perempuan Islam pertama di bumi jazirah Al-Muluk yang ikut menjadi pelopor kebangkitan  perempuan dengan konsep pemikiran yang berkemajuan dalam memajukan Ambon dan mencerahkan Maluku. Pergerakan Aisyiyah di Ambon telah menujukan baktinya yang luar biasa untuk mencerahkan Maluku, bakti Aisyiyah tidak diragukan, memiliki lembaga pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak yang tersebar di pelosok desa maupun dikota di Maluku. Bahkan salah satu organisasi perempuan Islam di Maluku yang memiliki lembaga pendidikan taman kanak-kanak pertama di Ambon yang berdiri pada tahun 1952 sampai saat ini masi aktif dalam memajukan generasi muda Ambon yang bertermpat di jalan permi waihaong Ambon.

Kini organisasi Aisyiyah di Ambon telah memasuki usia sembilan puluh tiga tahun dengan cita-cita amal bakti untuk negeri. Perempuan Aisyiyah dalam pergerakannya menghadapi tantangan dan permasalahan yang semakin kompleks dalam kehidupan kemasyarakatan, keumatan dan kebangsaan, dalam menghadapi tantangan dan permasalahan tersebut penting bagi Aisyiyah untuk merefleksikan posisi dan perannya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan dengan menyiapkan pemikiran dan agenda srategis organisasi yang membebaskan, memberdayakan dan memajukan. Sebagai organisasi perempuan Islam dalam relasi sosial merupakan entitas yang inklusif, hidup menyatu, damai dan bersinergi dengan seluruh insan dari berbagai latar belakang secara adil dan tanpa dikriminasi, lalu menampilkan diri terbaik berbasis iman, ilmu dan amal, bermisi dakwah tajdid. Sungguh pentingnya kehadiran organisasi  perempuan Islam sebagai ruh gerakan dalam memajukan dan mencerahkan peradaban.

Dalam konteks sosial kemanusian dalam fase tahun 2003-2008 Aisyiyah di Ambon berkiprah dalam pengedalian tuberkolosis (TBC) dengan dukungan dari the global to fight AIDS, begitu juga Aisyiyah  dalam pandemi covid sembilan belas berperan dalam memberantas dimana masyarakat dunia berada dalam kondisi mempriatinkan, maka sebagai gerakan perempuan Islam Aisyiyah telah menjalankan misi dakwahnya dalam bidang sosial, pendidikan dan pelayanan kemanusian selama sembilan puluh tiga tahun di kota Ambon, gerakan perempuan Islam berkemajuan ini telah berkhidmat dalam mengerakan kemajuan masyarakat, karena berkemajuan mengadung arti proses sekaligus tujuan yang bersifat ideal untuk mencapai kondisi unggul, berada digaris depan atau memimpin di semua bidang kehidupan berupa aspek material dan spiritual, Jasmani, rohani, lahir dan bathin. Berkemajuan menyiratkan adanya keberlangsungan, dan bahkan progress, sebagai perwujudan dari usaha terus menerus untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang bermakna, berkemajuan dalam bidang politik, ekonomi dan sosial budaya.

Sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan di Maluku, Aisyiyah telah memiliki tiga puluh empat Taman kanak-kana yang tersebar di kabupaten kota di Maluku, sebagai bentuk eksistensi Aisyiyah dalam mencerahkan masyarakat Maluku dalam pendidikan, gubernur Maluku Said Assagaf pada tahun 2015 meresmikan gedung TPQ Aisyiyah Bustanul Athfal Ambon sebagai bagian penting dalam membentuk mental anak pada masa golden ege. Masa golden age berkaitan intelektual quesen, emosional quesen dan spiritual quesen, kognitif, afektif dan dzikir serta mengajarkan nilai-nilai karakteristik iman, ilmu dan amal.

Gerakan Aisyiyah di Ambon terus memperkokoh dan memperluas radius kiprah dakwah yang makin dinamis dan progresif yang perankan oleh kader dan pimpinan Aisyiyah. Aisyiyah memiliki modal rohaniah keagamaan, sosial dan kesejarahan yang kokoh dalam mendinamisasikan gerakan dan kepemimpinannya dalam memajukan dan mencerahkan kehidupan masyarakat. Aisyiyah lebih seabad lamanya digerakkan oleh para perempuan berkemajuan yang memiliki pemikiran dan pengetahuan yang maju, ikhlas, istiqamah, komitmen tinggi dan pengkhidmatan dalam perjuangan dakwah yang luas melintas bagi pemajuan masyarakat dan bangsa.

 

*** Penulis adalah Warga Muhammadiyah Maluku

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *