SABUROmedia, Jakarta — Setelah sempat berpolemik, dengan banyaknya Majelis Wilayah (MW) maupun Majelis Daerah (MD), juga diikuti Panitia Lokal Munas yang menolak hasil kerja Panitia Seleksi terkait penetapan 23 Orang Calon Presidium di Munas Kahmi, akhirnya disikapi oleh Presidium Majelis Nasional Kahmi juga.
Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Korpres MN Kahmi) Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan untuk menyikapi perkembangan beberapa hari terakhir, pasca Hasil Rapat Koordinasi menjelang Munas Kahmi bersama MW dan MD seluruh Indonesia, Jum’at (11/11) yang lalu secara Virtual di KAHMI Center, maka Presidium MN Kahmi menggelar Rapat Presidium pada Sabtu, (12/11) guna membicakan polemik yang terjadi, jelas alumni Universitas Padjajaran Bandung ini.
Menurut Doli, hasil rapat Presidium ini kemudian memutuskan untuk kembali ke kesepakatan hasil rapat koordinasi bersama Panitia Seleksi di Hotel Bidakara Jakarta pada Rabu yang lalu, (09/11/22).
“ Sebelumnya perlu kami sampaikan, bahwa pada hari Rabu, 9 November 2022 malam, Presidium MN Kahmi sudah rapat dengan Pansel, dan telah mengambil kesepakatan, yaitu ; Pertama, Bahwa Seluruh Calon Presidium MN Kahmi sebanyak 40 yang telah mengikuti tes wawancara dan admnistrasi diloloskan untuk dipilih di Forum Munas, dengan menyampaikan penomoran sesuai dengan hasil Pansel, terang Ketua Komisi II DPR RI ini.
Kedua, “ jikapun ada pandangan – pandangan maupun rekomendasi yang akan disampaikan Pansel, maka diharapkan akan disampaikan nanti pada Forum Munas. Oleh karena itu, melihat perkembangan satu dua hari ini, maka kami ingin menegaskan Presidium MN Kahmi setelah berkoordinasi kembali dengan Pansel, memutuskan Bakal Calon Presidiuum MN Kahmi yang lolos dan ikut nanti berkompetisi di Munas XI Kahmi berjumlah 40 Orang yang lolos dimana telah ikut tes administrasi dan wawancara, “ terang Waketum DPP Partai Golkar ini.
Dengan demikian, maka para Bakal Calon untuk dapat mepersiapkan diri dan dapat segera mensosialisasikan diri sesuai AD ART Kahmi ke MD, MW maupun MN, ujar mantan Ketua Umum DPP KNPI ini.
Yang ketiga, “ tentu saja Kita semua berharap untuk saling menjaga kondusifitas persiapan dan pelaksanaan Munas kita, yang ke-XI mendatang, “ ajak Doli, Aleg DPR RI Dapil Sumut III ini.
“ Selalu dalam banyak kesempatan, saya menyampaikan, tolong kita jaga keguyuban dan kekeluargaan Kita sebagai alumni HMI, mari kita tunjukan kedewasaan Kita, kematangan Kita berorganisasi, kita tau, kalau ada msalah kita bisa selesaikan secara baik dan dewasa, dengan komunikasi yang cukup, dengan komuniksi yang intens, “ sambung mantan Sekjen PB HMI ini.
Kita juga menghargai hasil kerja Pansel yang sudah begitu serius, dan menemukan metodologi baru yang akan kita bahas dikemudian hari dengan aturan – aturan tertentu, puji mantan Komisaris PT Balai Pustaka ini.
Oleh karena itu, sekali Saya ingin mengajak Kita semua, marilah kita sama-sama jaga keguyuban dan kekeluargaan Kita, kita ciptakan situasi yang sejuk dan yang kondusif, selama beberapa hari kedepan, menjelang Munas dan Munasnya kita jaga agar menjadi Munas yang bermartabat, Munas yang sehat, Munas yang sejuk, dan kemudian menghasilkan hal-hal yang produktif dan progresif bagi kemajuan Kahmi – HMI kedepan, harap Waketum PB Al Jam’iyatul Washliyah ini.
Mudah-mudahan Kita kembali ke suasana yang tenang, kita jaga, Kita kendalikan emosi Kita, kita focus untuk menyukseskan pelaksanaan Munas yang ke-XI di Palu, 24 – 27 November 2022 yang akan datang, “ akhir Ketua DPP LPM ini.

Sementara itu, Viva Yoga Muliadi, Presidium MN Kahmi, juga menyampaikan hal yang sama, Presidium MN Kahmi telah bersepakat untuk merujuk hasil rapat koordinasi bersama Pansel beberapa waktu yang lalu, dimana akan meloloskan 40 Orang Calon Presidium yang telah melewati seleksi administrasi dan tes wawancara, tegasnya Koordinator SC Munas XI Kahmi ini.
Adapun 40 nama yang lulus berkas dan tes wawancara, hasil Pansel Bakal Calon Presidium MN KAHMI, dimana nomor urut sesuai abjad nama, yaitu :
(1) Abdul Racham Sappara, (2) Dr. Ir H Abdullah Puteh., M.Si (3) Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung., S.Si., MT, (4) Ahmad Yohan, (5) Ajub Suratman, (6). Asep Saefuddin, (7) Babay Farid Wazdi, (8). Dhifa Wiyani, (9). Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron., M.Si (10) Elfahmi Anziryani Noor Azis, (11) Prof. Dr. dr. Fachmi Idris., M.Kes, (12) Fachrul Razi, (13) Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D, (14) Hanifah Husein, (15) Heri Hermansyah, (16) Hery Susanto, (17) Drs H Ibnu Munzir, (18) Imam Mujahidin Fahmid, (19) Lely Pelitasari Soebakty, (20) Lukman Malanuang, (21) M. Ridha Saleh, (22) Dr. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda., SH., LLM, (23) M. Syarfi Hutauruk, (24) Drs H Manimbang Kahariady, (25) Masrokah Sulaiman, (26) Mochamad Yana Adiyta, (27) Nadhirah Seha Nur, (28) Oktasari Sabil, (29) Dr Erwin Moeslimin Singajuru, (30) Risman Pasaribu, (31) Romo HR Muhammad Syafi’i, (32) Ruslim Rohimun Sembiring, (33) Saan Mustopa., M.Si, (34) Suparji Ahmad, (35) Sutomo, (36) Drs H Tamsil Linrung, (37) Dr Taufik Fredik Pasiak, (38) Ulla Nuchrawaty, (39) Yapit Sapta Putra dan (40). Zulfikar Arse Sadikin., S.IP., M.Si.