SABUROmedia. Bursel, – Bupati Kabupaten Buru Selatan Hj. Safitri Malik Soulissa yang diwakili Asisten III Hi. Hasim Tuarita dengan resmi membuka kegiatan pelatihan penguatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan untuk Air Minum dan Sanitasi di Buru Selatan.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Golden Alfris – Namrole. Senin, 15/11/2021.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Hi. Hasim Tuarita, Kepala BAPPEDA Hi. Abdul Kadir Tuasamu, Kadis PUPR Melkiur Solissa, Direktur PDAM Buru Selatan Drs. Rivai Bantam, Kadis BPMD Umar Mahulauw, Kapolsek Namrole AKP Zainudin Bugis, Koordinator Pansimas Bursel, Tenaga Ahli Pendamping Desa Bursel, para Camat dan Kepala-kepala Desa se-Kabupaten Buru Selatan, serta undangan lainnya.
Bupati Buru Selatan Hj. Safitri Malik Soulissa dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Hi. Hasim Tuarita mengatakan, pada rencana pembangunan jangka menengah nasional atau RPJMN Tahun 2015-2019, akses aman air minum dan sanitasi ditargetkan mencapai 100 persen pada akhir tahun 2019, namun kenyataannya belum mencapai 100 persen, maka pemerintah mencanangkan program-program untuk pencapaian aksen air minum dan sanitasi secara layak.
Lanjutnya, program pansimas adalah salah satu program andalan pemerintah dalam menyediakan air minum dan sanitasi bagi masyarakat pedesaan melalui pendekatan berbasis masyarakat.
“Sejak program pansimas mulai dilaksanakan pada tahun 2008 hingga akhir tahun 2021 telah menunjukkan adanya dampak positif bagi masyarakat desa pansimas yang tesebar di 27.000 desa, di 412 kabupaten/kota, di 33 provinsi di Indonesia, “paparnya.
Sebagai program stimulan dengan pendekatan berbasis masyarakat, khususnya Kabupaten Buru Selatan sudah menyentuh 69 Desa yang tersebar di 6 Kecamatan sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2021, “ujar Bupati.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani, termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka mencapai target akses air minum dan sanitasi pada tahun 2019-2024 sesuai periode RPJMN disektor air minum dan sanitasi, “jelas Safitri.
Dalam implementasi program pamsimas III, Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri mempunyai peran yakni, Mengendalikan Pencapaian target Komponen 1- Pemerintah Desa, membina aparatur pemerintah desa dan unsur kecamatan dalam proses penyusunan RPJMDes/RKPDes dalam rangka pencapaian universal acces, membina Dinas PMD Kabupaten untuk meningkatkan kapasitas SDM KPSPAMS Desa dalam rangka mewujudkan KPSPAMS yang mandiri, “pungkasnya.
Buparti mengingatkan, sehubungan dengan pertimbangan, pentingnya peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan kecamatan, dalam rangka kerjasama desa dibidang air minum dan sanitasi..
“Betapa pentingnya keberadaan saudara sebagai pemerintah desa dan kecamatan untuk makin meningkatkan kualitas dan menjaga keberlanjutan sarana yang sudah terbangun pada program pansimas serta peningkatan anggaran Dana Desa yang mendukung program pansimas kedepan, “ujar Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Hi. Hasim Tuarita ini.
Oleh karena itu saya berharap, agar peserta mengikuti dengan baik dan saksama pelatihan ini, “harap Safitri.
Kepada narasumber, Instruktur, atau pemateri dalam pelatihan ini, agar dapat menyampaikan materi dengan baik dan mudah dicerna peserta, serta berbagai pengetahuan dan pengalaman kepada peserta pelatihan ini, “pesan Safitri. (SM/AL)