SABUROmedia, Bursel — Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan Hj. Safitri Malik Soulissa, S.Ip dan Gerson Eliaser Selsily, SE. M.PD menghadiri Rapat Paripurna Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buru Selatan Ke-XIII di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan. Rabu, 21/07/2021.

Turut hadir pada rapat paripurna memperingati HUT Kabupaten Buru Selatan yang ke-13 tersebut yakni, Ketua DPRD Muhajir Bahta dan para Anggota DPRD, Sekertaris Daerah Iskandar Walla, SE. M.Si, Pimpinan TNI/Polri, OPD Lingkup Pemda Bursel, Ketua KPU Buru Selatan, Ketua Bawaslu Buru Selatan, Pimpinan Partai Politik, Pimpinan Instansi Vertikal/BUMN/BUMD, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Organisasi Wanita dan Insan Pers.

Bupati Buru Selatan Hj. Safitri Malik Soulissa, S.Ip dalam pidatonya menyampaikan, memperingati HUT Kabupaten Buru Selatan yang Ke-13 di Tahun 2021 ini, merupakan tahun pertama kepemimpinan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Periode 2021-2026.

Lanjut Safitri, memperingati HUT Kabupaten Buru Selatan pada Tahun ini, dengan Tema “Dengan HUT Kabupaten Buru Selatan Ke-13, Kita Junjung Tinggi Nilai-Nilai Sejarah dan Kearifan Budaya Lokal Sebagai Jati Diri Masyarakat Kabupaten Buru Selatan, Menuju Buru Selatan Yang Rukun, Mandiri Secara Berkelanjutan”.

“Tema kali ini, sangatlah tepat kiranya untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan pendahulu kita, guna mendorong dan memotivasi kita semua bekerja sama, bahu membahu dalam mengisi dan melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan sebagai wujud nyata meneruskan cita-cita para pendahulu, “paparnya.

Lanjut Safitri, hal tersebut seiring dengan slogan HUT Kabupaten Buru Selatan ke-13 yakni Senyum Bipolo, mari kita bekerja dengan senyum dalam tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, baik di jajaran pemerintahan maupun masyarakat sesuai kapasitas, kewenangan dan kemampuan yang kita miliki.

Disisi lain, Budaya asli Buru Selatan yang sekian lama telah ada, dan masih eksis sampai saat ini yakni “INA AMA KAI WAIT” yang selama ini melembaga di dalam pola hidup masyarakat Buru Selatan dan merupakan warisan leluhur yang mempunyai nilai-nilai filosofi kehidupan, “kata Safitri.

Budaya Buru Selatan, mencakup sikap perilaku yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keagamaan, nilai-nilai budi pekerti dan kearifan lokal yang senantiasa diupayakan untuk dapat terimplementasi dalam dlsikap hidup masyarakat sehari-hari, dan dengan modal kebersamaan serta kerja keraslah kita akan dapat meraih cita-cita mewujudkan masyarakat rukun, mandiri secara berkelanjutan, “jelasnya.

Lanjutnya, hal tersebut juga sejalan dengan Visi pembangunan Kabupaten Buru Selatan yakni, “Mewujudkan Kemandirian Buru Selatan secara Berkelanjutan sebagai Kabupaten yang rukun berbasis Argo-Marine”.

Sidang paripurna ini sangat istimewa, ketika seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Buru Selatan, baik Pemerintah, Swasta serta segenap elemen masyarakat yang ada mampu melakukan refleksi, sudah sejauh mana kita berkarya dan memberikan konstruksi dalam upaya melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, “ujar Safitri.

Rentan sejarah yang sangat panjang, selama 13 tahun pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, para tokoh pemimpin telah berkarya silih berganti. Setiap pemerintahan yang berbakti kala itu, telah bekerja keras dan bertekad membangun daerah ini ke arah yang lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat, “jelasnya.

Olehnya itu, tugas kita adalah melanjutkan estafet perjuangan tersebut, agar karya kita semua dicatat dengan tinta emas dilubuk hati yang paling dalam oleh generasi penerus kita sebagai era yang sangat menentukan masa depan Buru Selatan, “ajak Safitri.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akan terus berbenah diri, serta dapat menarik para investor untuk menanamkan investasinya di Buru Selatan melalui prioritas pembangunan sebagai modal dasar menuju Buru Selatan yang lebih baik, “kata Bupati (Safitri). (SM/AL)
[02.03, 22/7/2021] Imm Muh Loilatu Bursel: Safitri Ajak Semua Elemen Mengingat Kembali Sejarah Perjuangan Para Pendahulu

SABUROmedia. Bursel – Bupati Kabupaten Buru Selatan Hj. Safitri Malik Soulissa, S.Ip mengajak semua elemen untuk mengingat kembali sejarah perjuangan para pendahulu kita.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam pidatonya pada rapat istimewa paripurna DPRD Buru Selatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Buru Selatan ke-13 yang berlangsung di ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan. Rabu, 21/07/2021.

“Memperingati HUT Kabupaten Buru Selatan pada Tahun ini, dengan Tema “Dengan HUT Kabupaten Buru Selatan Ke-13, Kita Junjung Tinggi Nilai-Nilai Sejarah dan Kearifan Budaya Lokal Sebagai Jati Diri Masyarakat Kabupaten Buru Selatan, Menuju Buru Selatan Yang Rukun, Mandiri Secara Berkelanjutan”, “kata Safitri.

Lanjut Safitri, tema kali ini, sangatlah tepat kiranya untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan pendahulu kita, guna mendorong dan memotivasi kita semua bekerja sama, bahu membahu dalam mengisi dan melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan sebagai wujud nyata meneruskan cita-cita para pendahulu kita.

Disisi lain, Safitri mengatakan, budaya asli Buru Selatan yang sekian lama telah ada, dan masih eksis sampai saat ini yakni “INA AMA KAI WAIT” yang selama ini melembaga di dalam pola hidup masyarakat Buru Selatan dan merupakan warisan leluhur yang mempunyai nilai-nilai filosofi kehidupan.

Budaya Buru Selatan, mencakup sikap perilaku yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keagamaan, nilai-nilai budi pekerti dan kearifan lokal yang senantiasa diupayakan untuk dapat terimplementasi dalam sikap hidup masyarakat sehari-hari, dan dengan modal kebersamaan serta kerja keraslah kita akan dapat meraih cita-cita mewujudkan masyarakat yang rukun, mandiri secara berkelanjutan, “pungkasnya.

Hal tersebut, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Buru Selatan yakni, “Mewujudkan Kemandirian Buru Selatan secara Berkelanjutan sebagai Kabupaten yang rukun berbasis Argo-Marine”, “kata Safitri

“Paripurna ini sangat istimewa, ketika seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Buru Selatan, baik Pemerintah, Swasta serta segenap elemen masyarakat yang ada mampu melakukan refleksi, sudah sejauh mana kita berkarya dan memberikan konstruksi dalam upaya melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, “pungkas Safitri.

“Rentan sejarah yang sangat panjang, selama 13 tahun pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, para tokoh pemimpin telah berkarya silih berganti. Setiap pemerintahan yang berbakti kala itu, telah bekerja keras dan bertekad membangun daerah ini ke arah yang lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat, “jelasnya.

Olehnya itu, tugas kita adalah melanjutkan estafet perjuangan tersebut, agar karya kita semua dicatat dengan tinta emas dilubuk hati yang paling dalam oleh generasi penerus kita sebagai era yang sangat menentukan masa depan Buru Selatan, “ajak Safitri.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akan terus berbenah diri, serta dapat menarik para investor untuk menanamkan investasinya di Buru Selatan melalui prioritas pembangunan sebagai modal dasar menuju Buru Selatan yang lebih baik, “kata Bupati (Safitri). (SM/AL)
[23.44, 22/7/2021] Imm Muh Loilatu Bursel: Program 100 Hari Kerja Telah di Implementasikan. Wakil Bupati Bursel Tinjau Pekerjaan Drainase

SABUROmedia. Bursel, – Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan Periode 2021-2026 Hj. Safitri Malik Soulissa, S.Ip dan Gerson Eliaser Selsily, SE. M.PD di setiap Kecamatan, kini di implementasikan dan dibuktikan dengan Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, SE. M.PD yang didampingi Kadis Lingkungan Hidup, Lukman Soulissa bersama Kadis Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Melcior Solissa bersama sama menijau langsung pekerjaan galian drainase saluran air dipertigaan Jalan depan Bank BPDM Maluku-Malut Cabang Namrole. Kamis, 22/7/2021.

Pantauan SABUROmedia.com, dalam kunjungan dilapangan Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, SE. MPD mengatakan, pekerjaan ini merupakan pelaksanaan program 100 hari kerja Saya dan Ibu Bupati Hj. Safitri Malik Soulissa di setiap kecamatan sesuai dengan kampanye kami diatas pentas politik bila Kami terpilih, maka hari ini Saya bersama dua pimpinan OPD meninjau pekerjaan galian drainase saluran air yang sementara dikerjakan ini.

Lanjut Selsily, jadi selain kita melaksanakan berbagai aktivitas, dan untuk program 100 hari kerja di Enam Kecamatan di Kabupaten Buru Selatan akan selalu dilaksanakan yaitu, mulai dari kecamatan Kepala Madan, Leksula, Fenak Fafan, Namrole, Waesama, dan Ambalau.

“Pekerjaan penggalian draenasi di wlayah dalam kota itu sangat penting dalam rangka untuk memperbaiki drainase-drainase yang ada, sehingga saluran-saluran air yang selama ini tersumbat yang mengakibatkan genangan-genangan air terhadap rumah-rumah penduduk, dan berpengaruh terhadap wilayah dalam kota itu dengan sendirinya itu terbuka sehingga terdistribusi arus air itu bisa lancar dan juga mengakibatkan sejumlah genangan air itu bisa dikurangi, “kata Wakil Bupati.

Tambah Wakil Bupati, mulai hari ini proses pembuatan drainase, dan menggali saluran-saluran air yang selama ini cukup mengurangi badan jalan, maka harus dibuat drainase, sehingga nantinya bila deras air hujan dan disitribusi air hujan akan berjalan lancar pada saluran yang sudah buat dan air hujan itu tidak tertampung lagi.

Pada kesempatan itu juga. Kadis Lingkungan Hidup Lukman Soulissa mengatakan, pekerjaan perbaikan saluran drainase dan Persampahan saat ini, merupakan program 100 hari kerja Bupati dan wakil Bupati.

Dimana kegiatan ini adalah tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR berkolaborasi untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan drainase dan persampahan didalam wilayah kota namrole ibu kota Kabupaten Buru Selatan, “ungkap Lukman.

“Untuk itu sesuai dengan program 100 hari kerja Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati, maka hari ini kita eksen san melaksankannta untuk mengurangi permasalahan genangan air di wilayah kecamatan Namrole ibu kota Kabupaten Buru Selatan terkait dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga genangan air yang ada itu sesegera mungkin bisa terselesaikan, “jelas Lukman.

“Kata Lukman, dan hari ini kita lihat bersama bahwa kita laksanakan mulai dari jalur Bank BPDM ini sampai ke Waenono perempatan itu untuk pekerjaan tahap pertama dan nanti untuk tahap kedua dan selanjutnya itu lebih tepatnya akan dikerjakan oleh Dinas PUPR.

Terkait dengan hal ini ungkap Lukman. Kami bersama Wakil Bupati meninjau langsung genangan air sekaligus meninjau langsung pekerjaan galian draenasi saluran yang telah dikerjakan.

“Melalui pembuatan pekerjaan Darainase dan Persampahan, dimana yang sudah disediakan tempat pembuangan sampah, maka diharapkan agar warga disekitarnya harus membuang sampah pada tempat yang sudah tersedia, sehinga nantinya kota namrole bersiah, indah dan nyaman, “himbau Lukman (Kadis LH).

Sementara itu Kadis PUPR, Melkior Solissa juga mengatakan bahwa, pekerjaan drainase saat ini merupakan pekerjaan soakelola, dan kegiatan pekerjaan ini merupakan kegiatan primadona program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan Periode 2021-2026.

Kata Melkior, untuk menyukseskan program 100 hari kerja, dimana isu drainase dan banjir di dalam kota merupakan sebuah isu yang sangat seksi dan strategis, sehingga perlu untuk diambil langka penenganan penyelesaiannya.

Lanjutnya, untuk program ini kita utamakan beberapa kawasan luas drainase yang menjadi terhambat ketika musim penghujan mulai datang yang mengakibatkan genangan air pada rumah-rumah warga maupun terjadi genangan air penyakit di beberapa titik.

Oleh karena itu kata Melkior, dilakukan program penggalian ini untuk mengkonektifitas galian air secara tersistem baik hungul maupun hilir, sehingga pembuangan air menjadi baik dan tidak terjadi banjir didalam kota namrole dan sekitarnya. (SM/AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *