SABUROmedia. Namlea, – Jhon Lehalima Anggota DPRD Kabupaten Buru asal Partai Nasdem secara tegas Membata pemberiaan yang dilayangkan salah satu Media, yang menyebutkan namanya Jhon Lehalima membawa kabur inventaris DPRD Buru yakni, sebuah Televisi layar lebar yang tesimpan di raung Fraksi Bupolo.

Penulisan yang disampaikan salah satu Kontributor media di Namlea, Ibukota kabupaten Buru secara tegas Jhon Lehelima menyampaikan, kesemuanya itu tidak benar dan sengaja menjatuhkan kredibilitas Saya, bahkan isu yang sengaja dibuat buat untuk mengkriminalisasi politik terhadap diri Saya, “ujarnya.

Jhon melalui via telponnya kepada SABUROmedia.com. Sabtu, 03/07. menyampaikan, dirinya dituding dengan hilangnya inventaris kantor berupa Satu buah Televisi yang ditulis wartawan dibawah kabur/pencuri, itu sama sekali tidak benar, yang benar ini adalah sebuah emosi ketidak kepercayaan Beta terhadap pimpinan DPRD, M. RUM Soplestuni dan Sekwan, Drs Arman Buton dimana Kedua pejabat tersebut tidak mengakomodir apa yang menjadi keinginan Saya, sementara sudah Pos anggaran yang sudah tersedia, “tegas Lehalima.

Dimana, “kata Jhon. Setiap Anggota DPRD sudah tersedian anggaran perjalanan dinas hanya tinggal disesuaikan dengan waktu dan agenda perjalanan, dan saat itu Saya punya agenda perjalanan dalam rangka Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Nasdem tertanggal 7 hingga 8 Juni 2021 di Ambon,sekaligus perjalanan dalam rangka konsultasi terkait pemilihan serentak Kades di Kabupaten Buru, “imbuhnya.

“Namun, “kata Jhon. Saat meminta anggaran untuk perjalanan konsultasi, Sekwan Drs Arman Buton berdalil Kas kosong uang tidak ada, sementara Bendahara Sekwan baru mencairkan uang dari Kas Daerah (Kasda) yang bernilai Ratusan juta rupiah, ini namanya ada dugaan persengkokolan di lingkup Sekwan, “tutur Lehalima.

“Atas nama Lembaga DPRD, secara tegas kami minta kepada Bapak Bupati Kabupaten Buru, untuk segera mungkin dapat mengevaluasi saudara Arman Buton, karena sejumlah Aitem pekerjaan di lembaga DPRD diduga salah gunakan dan tidak mengamankan kepentingan 25 anggota DPRD, “tegas Lehalima.

“Dicontohkan, anggaran makan minum anggota DPRD tahun 2020- 2021 dalam satu tahun berjalan itu berjumlah berkisar 2 Miliar, namun setiap hari kerja Sekwan tidak menyediakan sarapan pagi dan siang, bahkan Air Aqua, Tizu, Kopi, Gula selama ini tidak tersedian di 5 ruang fraksi, “beber Lehalima.

Lanjutnya, dimanakah uang yang banyak itu dikemanakan bahkan saat Paripurna menu yang disediakan untuk 25 anggota DPRD bersama tamu Undangan itu haja sajian Soto, dimanakah uang miliaran rupiah sekwan gunakan untuk apa, “tanya Lehalima.

“Demi menyalamatkan uang Negara di lembaga DPRD, Kami minta kepda Kejaksaan dan perangkatnya untuk mengaudit uang makan minum yang tersedia di Lembaga kami dan sebelum audit dari pihak Kejaksaan, Beta minta kepada Ketua Komisi I, Maser Salasiwa untuk mengundang Sekwan, Arman Buton, Kasubag Keuangan bersama Bendahara untuk trasparasi terkait dengan Keuangan di Sekertariat DPRD, “harap Lehalima. (SM/AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *