SABUROmedia, Ambon – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Penyuluhan Narkotika dikalangan Pelajar, Selasa (29/06/21) di Hotel Everbrigth, Jalan Cenderawasih Kota Ambon.

Mengawali kegiatan ini, Ketua Panitia, Zahrudin D. Latuconina., Staf Kesbangpol Maluku mengucapkan terima kasih atas partisipasi para Narasumber, Peserta dan teman – teman Panitia atas partisipasinya dalam kegiatan hari ini, dimana selain penyuluhan Narkotika, juga launching aplikasi e-LAPOR untuk perbaikan layanan Public dan control etos kerja aparat Pemerintah juga Aplikasi Pemetaan penyebaran Narkotika di Maluku. Kiranya mohon dukungan semua pihak, agar banyak hal yang dapat dikerjakan lebih baik lagi, khususnya dalam mendukung aksi nasional P4GN kedepan, harap Ketua KAGAMA Maluku ini.

Kegiatan ini sendiri dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Maluku, Drs. Titus F. L. Renwarin, M.Si, dengan menghadirkan Narasumber dari BNNP, Kanwil Hukum & HAM, dengan moderator Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku berjalan lancar dan baik.

“ Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Program Nasional tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di masyarakat, sekaligus launching e-LAPOR maupun aplikasi pemetaan para pengguna di Wilayah Maluku yang coba dikembangkan Kesbangpol, jelas Kepala Kesbangpol Maluku dalam sambutan membuka acara ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP )  Maluku, Drs. Abner Timisela., M.Si sebagai narasumber pertama mengajak untuk semua pihak menjauhi Narkoba dan menjadi agen – agen yang ikut mempromosikan hidup sehat tanpa narkoba, ajaknya.

Menurutnya peredaran Narkoba seiring waktu semakin canggih, dimana ancaman New Psychoactive Substances (NPS) per tahun 2019 saja ada 739 jenis NPS yang beredar didunia, 74 jenis beredar di Indonesia, 66 Jenis NPS telah diatur Permenkes 50 Tahun 2018, namun 8 Jenis NPS belum diatur Permenkes, jelasnya.

“ Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba setiap waktu cenderung mengalami peningkatan, walau ancaman hukuman tindak pidana bahkan gencarnya sosialisasi hari ini yang kita lakukan masih dirasa kurang efektif, bahkan para bandar Narkoba dengan kekuatan uang terus mencari pola yang berubah – ubah, sambungnya “

Beliau menambahkan, angka prevalensi nasional penyalahgunaan narkoba 1 tahun terakhir dikalangan Pelajar dan Mahasiswa masih sangat tinggi mencapai 3,21% atau sebanyak 2,29 Juta% jumlah penduduk. Untuk itu dia berharap semua stakeholder terkait untuk mengambil peran dan tidak boleh menganggap remeh terkait ini, pintanya.

Sementara pembicara terakhir, Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum & HAM Maluku, Bapak Saiful Sahri., A.Md.IP., S.Sos., MH  menyampaikan jumlah warga binaan pemasyarakatan (DBP) Se-Maluku tindak pidana Narkotika selama 5 tahun terakhir juga menaik, 160 Orang (2017), 221 Orang (2018, 226 Orang (2019), 267 Orang (2020) dan 309  Orang (2021), ucapnya.

Beliau mengatakan kedepan harus ada perbaikan, coba kita ilustrasikan biaya makan 1 narapidana adalah sebesar Rp. 23.000,- untuk 1x makan, jika sehari 2x makan berarti Rp.  46.000,-, jika 1 bulan menjadi Rp. 1. 380.000,- dan 1 tahun biaya per narapidana mencapai Rp. 165.560.000,-, khan ? tuturnya.

Dia kemudian melanjutkan saat ini adalah 1.669 (total WBD Narkotika Per Juni 2021), jadi Rp.165.560.000,- x 1669 hasilnya mencapai Rp. 27.638.640.000,- per tahun, anggaran yang cukup besar, jika kita bisa menekan ini, maka berapa uang Negara yang bisa kita selamatkan dan diarahkan untuk perbaikan fasilitas infrastruktur maupun program – program yang lebih produktif lagi, tutup beliau yang juga Kalapas Klas IIA Ambon ini.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 50-an peserta, diantaranya perwakilan BKPRMI, Remaja Masjid, GANN, Kohati, HMI, GMNI, IPM, Parisada dan Sahabat BNN. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *