SABUROmedia, Ambon – Dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku mengelar kegiatan Coffe Morning bersama Media Cetak dan elektronik, dalam kegiatan Coffe morning bersama , ada beberapa hal yang sangat menarik dan yang tentunya di diskusikan bersama, bahkan perhatian yang di berikan oleh awak media berupa beberapa pertanyaan terhadap kerja dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku perlu di berikan apresiasi,

Plt kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku
Insun Sangadji mengatakan dalam pemaparan kerja dinas pendidikan sampe hari ini kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di Maluku khususnya untuk Sapras dan Mutu , sebab Maluku sekarang berada pada Urutan peringkat 32 dari 34 Provinsi, maka oleh sebab itu kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan posisi kualitas pendidikan di Maluku kedepan ,dan ini juga merupakan PR kita bersama tutur Insun,

Insun juga menyampaikan bahwa di masa Pandemic covid19 dinas pendidikan Maluku telah menerapkan sistim pembelajaran yang mengunakan Microsoft 365,ini bertujuan agar dinas pendidikan dapat memantau seluruh siswa dalam mengunakan komputer, sebab jika siswa hanya mengunakan situs Google kita tidak bisa memantau mereka sebab bisa saja siswa dapat membuka hal hal yang tidak bisa kita ketahui, tetapi jika memakai Microsoft 365 tentu kita dengan sangat mudah mengontrol siswa dalam pengunaan dalam mengoperasikan komputer, laptop yang di pergunakan oleh siswa ,dan ini baru di lakukan di 2 Provinsi di indonesia dan Maluku di antaranya,tutur Insun ,

Dalam kegiatan Coffe Morning yang di lakukan ,Ada pun ususlan saran bahkan pertanyaan yang di sampaikan , seperti yang di sampaikan oleh beberapa penanya dari media cetak maupun elektronik, Aziz Yang biasa di sapa Ciko, Dari harian rakyat Maluku ,Ciko bertanya terhadap ( Monefa )monitoring dan evaluasi terhadap Pengunaan Dana bos oleh pihak sekolah di 11 kabupaten kota, yang sampe hari ini belum juga di laporkan kepada dinas pendidikan, sebab sesuai dengan Permendikbud 6Tahun 2021 tentang juknis Pengunaan Dana Bos Reguler,Ciko berharap dinas pendidikan Dan kebudayaan Provinsi Maluku dapat serius dalam melihat hal tersebut ,

menyikapi pertanyaan yang di sampaikan oleh Ciko ,Ibu kadis menyampikan bahwa yang pastinya dalam waktu dekat tim pengawas dan dinas akan meminta semua sekolah yang berada di bawah pengawasan dinas pendidikan provinsi Maluku untuk segera melaporkan hasil audit pengunaan dana bos sesuai dengan ketentuan, dan kita dapat memantau sekolah dalam pengunaan dana bos lewat laporan penggunaan Dana bos di maksud Trimakasi Aziz, tutur Insun,

Kesempatan yang sama juga di berikan kepada Erol dari Saburomedia.com Erol menyampaikan bahwa tentunya pendidikan dan kebudayaan merupakan suatu Yang tidak bisa di lepas pisakan, tetapi yang menjadi persoalan hari ini bahwa ada cagar budaya di Maluku yang belum di akui secara nasional, seperti cagar budaya yang berada di Pulau Banda ,Maluku tengah , cagar budaya yang ada di Pulau Banda sampe hari ini belum memiliki sertifikat sebagai cagar budaya nasional, untuk itu ini juga perlu di perhatikan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku, tandas Erol

Ibu kadis , Insun Sangadji mengatakan saya minta maaf soal ini saya lupa menyampaikan, menyangkut Cagar budaya, saya dari Desember tahun 2020 kami sudah melakukan sejumlah Komunikasi bahkan dengan direktur dan ini sudah di program kan, dan kami sudah memiliki tim pakar , sebab kita perlu memiliki tim pakar cagar budaya dahulu dan mereka juga akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di Jakarta, bertujuan untuk bisa mendapatkan sertifikat sebagai pakar cagar budaya nasional, maka dengan demikian tentu Banda Bisa di usulkan sebagai kawasan cagar budaya peringkat Nasional Tekan Insun

Adapun hal yang disampikan oleh Wartawan CNN yang juga menyampikan 8 pertanyaan, dan dari 8 pertanyaan yang menjadi sorotan 1 diataranya menyangkut dengan persoalan Pengangkatan Kepala sekolah yang menurut informasi tidak sesuai dengan regulasi, dan ini dinilai, di lakukan secara sepihak oleh kepala d PLT kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku Insun Sangadji ,

Insun mengatakan bahwa terhadap persoalan ini , saya tidak melakukan pengakatan Pergantian kepala sekolah secara sepihak , justru kita lakukan sesuai ketentuan, ya kalo memang sudah waktunya di gantikan ya kita ganti sebab tidak ada satu aturan pun yang mengatakan bahwa kepala sekolah itu harus menjadi kepala sekolah selamanya, kepala sekolah yang di angkat pun mereka semua telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, jadi kalo saya di bilang mencopot dan mengangkat secara sepihak saya pikir ini keliru,

Yang terpenting dari pada ini semua bahwa marilah kita bergotong royong secara bersama sama dalam membangun Maluku terkususnya dalam dunia pendidikan, sebab kita punya anak anak semua berada pada lingkungan pendidikan dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dan dari semua penyampaian antensi bagi kami demi atas kemajuan pendidikan di Maluku dari teman teman media saya sampaikan terimakasi, dan kedepan nya tentu kami juga akan melakukan kegiatan serupa di waktu dan kesempatan berikutnya untuk menjawab kebutuhan dan keinginan dalam memberikan kontribusi terhadap pendidikan di Maluku, agar pendidikan menjadi lebih baik tentunya dari hari ini, tutup Insun Sangadji, (SM- E.Ox )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *