SABUROmedia, Ambon – Musibah abrasi pantai yang terjadi di Dusun Waeyasel, Tanjung Sial Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) akhir pekan kemarin menyebabkan sejumlah rumah warga hancur diterjang gelombang pasang.

Sebagian warga yang rumahnya terkena hantaman gelombang terpaksa mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga yang rumahnya terkena hantaman gelombang terpaksa harus merelakan sebagian harta yang belum sempat diselamatkan.

“ Mereka mesti dipindahkan, sebagian besar rumah yang hancur jenis semi permanen yang kini tidak bisa lagi ditempati, kini warga yang rumahnya hancur sementara menumpang di rumah saudara. Ada beberapa rumah lain yang masih terancam yang berjarak 10 Meter dari bibir pantai,” ujar Ahmad Buton, warga Waeyasel yang rumahnya juga terkena imbas dari peristiwa itu, Rabu (17/02/2021).

Dikatakan, saat ini warga yang mengungsi mengeluhkan stok kebutuhan pokok mulai habis. Warga korban abrasi yang sebagian besar adalah petani ini mengaku kehabisan belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

“ Untuk kebutuhan hari-hari kami bergantung uluran tangan kerabat maupun keluarga di kampong,” tutur Ahmad dengan nada terisak dibalik telfonnya.

Lanjutnya, saat ini warga korban abrasi di dusun Waeyasel sangat membutuhkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk menopang kehidupan sehari-hari mereka.

Hingga kini atas musibah itu belum ada perhatian dari pemerintah daerah setempat. Warga berharap pemerintah segera hadir memberi bantuan agar warga bisa keluar dari kesulitan yang dialami. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *