SABUROmedia, – Wahai bangsaku kaum dhuafa, tidak usah iri dengan “kemewahan” dhuafa di Turki, Jerman atau Saudi. Mereka memang dimanjakan oleh kaum dermawan di negerinya. Dengan mudah mereka bisa mendapatkan makanan di jalan-jalan, di lapangan, bahkan langsung diantar ke rumah-rumah.

Wahai bangsaku kaum dhuafa, khususnya dari kalangan orang-orang yang saat ini sulit untuk sekedar bisa makan, bergembiralah!

Di musim pandemi virus corona ini ada satu solusi yang dicontohkan oleh Nabi Saw; Puasa!

Puasalah! Ajaklah anak istri anda berpuasa untuk meneladani Nabi Saw kita yang mulia.

Kadang ketika pulang, Nabi Saw mendapati di rumah tidak ada makanan apa-apa. Dengan enteng beliau memutuskan untuk puasa (HR. Muslim).

Sungguh kemiskinan kita tidak sebanding apa-apa dibanding yang dialami Nabi Saw. Beliau pernah dua bulan tidak masak karena tidak ada bahan makanan. Nabi Saw dan keluarganya hanya mengkonsumsi air dan beberapa butir kurma. (HR. Bukhari)

Tidak jarang Nabi Saw mengganjal perutnya dengan batu untuk menahan keroncongan dan rasa lapar yang luar biasa. (HR. Muslim)
Nabi Saw pernah dilockdown kaum jahiliyah kafir Quraisy selama tiga tahun, sehingga beliau dan istri tercintanya Khadijah terpaksa makan rumput-rumput kering.

Dengan kemiskinannya, Nabi Saw tetap bersabar, bertakwa dan patuh kepadaNya. Maka Allah menolong beliau dan memenangkan agamaNya.

Demi Allah! Jika dalam situasi sulit ini kita kembali kepada Allah, pasti Allah menolong kita.
Yakinlah wahai kaum dhuafa, anda tidak akan kelaparan jika mentaatiNya.

Allah lah yang memberi makan segenap makhluk di alam semesta ini. Beragam makhluk yang ada di dalam perut bumi, ikan yang ada di lautan dan berbagai hewan dan serangga yang bertebaran di bumi dan di angkasa, semua rezekinya dalam jaminan Allah. Termasuk orang-orang kafir yang durhaka, Allah yang menjamin rezekinya. (QS. Hud:6)

Jika kita taat kepada Allah, menjaga shalat, puasa, baca al-Qur’an dan ibadah lainnya pasti Allah merahmati dan mencukupi kebutuhan kita. Bahkan Allah menegaskan, siapa yang bertakwa (taat) kepada Allah, Allah pasti memberi solusi masalah yang ia hadapi dan diberi rezeki dari arah yang tidak dia sangka sangka (QS. Ath-Thalaq: 2-3 )

Sekarang kita sudah berada di bulan Sya’ban. Inilah bulan terbaik untuk banyak puasa sunnah. Kadang Nabi Saw puasa Sya’ban hampir sebulan penuh (HR.Bukhari-Muslim). Momentum Sya’ban semakin menguatkan pentingnya kita berpuasa di saat pandemi corona ini.

Tataplah hidup ini dengan penuh optimisme dan senyum kekuatan. Yakinlah! Allah sungguh menyayangi orang-orang lemah yang taat kepadaNya.

Jangan berharap kepada makhluk! Jangan berharap kepada orang-orang kaya. Mereka sejatinya miskin karena pelit dan masih terus merasa kurang meskipun sudah kaya.

Berharaplah hanya kepada Allah! Yakinlah, Allah akan menolong kita, menyelamatkan kita dan kehidupan kita wahai kaum dhuafa.

Sukolilo, 7 Sya’ban 1441H/1 April 2020
Ainul Haris, semoga Allah mengampuninya dan kedua orangtuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *