SABUROmedia, Ambon – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku melaksanakan Rapat Koordinasi Sinergitas Kesiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 di Provinsi Maluku, Jum’at (10/07/2020) secara Virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan ini dimulai Pukul 10.30 WIT, yang diikuti oleh Penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu Provinsi Maluku, TPD dan DKPP Unsur Masyarakat KPU dan Bawaslu Kabupaten Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya, Forkopimda Provinsi Maluku, Forkopimda Kabupaten Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya beserta Pemangku kepentingan lainnya.

Hadir juga memberikan Sambutan, Gubernur Provinsi Maluku, Murad Ismail, Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, KPU RI, Viryan Azis, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Mendagri, Tito Karnavian dan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya, menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung pelaksanaan Pemilukada Serentak Tahun 2020 di 4 Kabupaten di Provinsi Maluku, yaitu Kabupaten Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru dan Seram Bagian Timur.

Kapolda Maluku, Baharudin Djafar, menyampaikan hal yang sama, khususnya dukungan keamanan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi ini ditengah Pandemic Covid-19, dan telah ada arahan melalui Teleram Rahasia terkait Indefendensi Polri dilapangan nantinya. Polri akan tetap menjunjung netralitas dan profesionalitas dalam menyukseskan agenda Pemilukada tanggal 9 Desember 2020 nantinya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan bahwa DPR RI khususnya Komisi II bersama KPU RI terus melakukan koordinasi terkait berbagai problematika Pemilukada ditengah Covid ini, termasuk dukungan anggaran tentunya, karena akan ada tambahan pengadaan APD maupun standar kesehatan lainnya. Hal ini dilakukan bukan hanya di atas meja, namun juga secara teknis, seperti 1 minggu yang lalu, kami bersama Mendagri, Menko Polhukam, KPU RI melaksanakan RAKOR secara fisik di Sumatera Utara, untuk melihat langsung kesiapan pelaksanaan secara teknis didaerah – daerah tentunya.

Hal ini menunjukan keseriusan Pemerintah untuk memastikan kesiapan di daerah – daerah tentunya. Jika mengikuti laporan Bapak Gubernur dan Kapolda Maluku tadi, kita semua optimis penyelenggaraan Pemilukada khususnya di Maluku akan dapat berjalan baik nantinya.

Ketua Komisi II DPR RI yang juga mantan Sekjend PB HMI ini menambahkan, bahwa “ Saya ingin menitipkan 2 prinsip agar kita dapat melaksanakan Pemilukada Tahun 2020 ditengah bencana nasional Covid-19 nantinya secara sukses, yang pertama, yakni : (1) Bagaimana kita bisa tetap menjaga Protokol Kesehatan Covid-19 bisa diterapkan secara disiplin dan konsisten; (2) Bagaimana kita mampu menjalankan dan menjamin tahapan demi tahapan berlangsung secara demokratis. Hal ini menjadi tanggungjawab kita semua, Penyelenggara Pemilu, Pejabat Pemerintahan maupun TNI/ Polri dan Masyarakat Sipil tentunya, harap beliau.

Sedangkan Viryan Aziz, Komisioner KPU RI mengatakan, “ dari judul kegiatan hari ini adalah RAKOR Sinergitas, dimana kemudian kata Sinergitas mudah diucapkan namun agak susah diimplementasikan. Hal ini tentunya mengharapkan adanya kebersamaan Forkopimda untuk berkomitmen secara bersama – sama guna menyukseskan Pemilukada ini nantinya. KPU bukanlah ahli Pemilu atau bahkan Superman, tapi lembaga yang diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan pesta demokrasi ini. Kalau kita melihat Film Avenger, adalah gabungan Super Hero, jadi hari ini kita butuhkan Super Team guna dapat melaksanakan Pemilukada Tahun 2020 secara baik dan sukses nantinya “, harap lulusan Cum Laude Magister Universitas Tanjungpura ini.

“ Jika kita melihat PKPU No 6 Tahun 2020, dari sekitar 13 prinsip Pemilu yang demokratis, ada tambahan kesehatan dan keselamatan. Agar kita gampang mensosialisasikannya kepada masyarakat, setidaknya ada 9 hal baru sebagai teknis pelaksanaan prinsip protokol kesehatan dan keselamatan di tanggal 9 Deseber nanti, yaitu : Pertama, jumlah pemilih yang sebelumnya 800 orang akan diatur maksimal 500 pemilih ; Kedua, ketika C6 dibagikan akan disertai himbauan kedatangan pemilih, dimana akan ada pengaturan kedatangan pemilih dengan penambahan nomor antrian, sebab waktu mencoblos itu dimulai dari pukul 07.00 sampai 13.00 nantinya ; Ketiga, Pemilih juga dihimbau saat datang ke TPS wajib membawa masker sendiri untuk menghindari penyebaran atau paparan virus covid bagi orang di sekitarnya namun tetap ada stok di masing – masing TPS untuk menjaga masyarakat yang kelupaan membawa Masker nantinya ; Keempat, TPS akan diberi disinfektan untuk menjamin bahwa TPS tersebut dalam kondisi steril ; Kelima, setiap pemilih akan diberi sarung tangan sekali pakai ; Keenam, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan dibekali sarung tangan setelah sebelumnya melalui screening kesehatan bahwa mereka bebas gejala Covid-19 melalui Rapid Test atau jika tidak ada fasilitas itu, dapat menggunakan surat keterangan bebas dari gelaja influenza yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan setempat ; Ketujuh, setiap pemilih akan melewati cek suhu tubuh, batas maksimalnya 37,3 derajat, pemilih yang suhunya di atas 37, 3 akan diberi perlakukan khusus ; Kedelapan, alat coblos pun selalu disterilkan secara berkala ; Kesembilan, setelah memilih atau mencoblos jari pemilih tidak lagi dicelup ke dalam botol melainkan akan ditetesi tinta, jelas mantan anggota KPU Provinsi Kalimantan Barat ini “

Mendagri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., MA., Ph.D dari Jayapura ikut menyampaikan sambutannya secara Virtual, dimana secara umum menjelaskan kesiapan Pemerintah dalam melaksanakan Pemilukada ditengah Pandemic pada 9 Desember nanti, dan hal ini akan dimulai pada tanggal 15 Juli nanti dengan Coklit atau pemutakhiran data Pemilih Pemilukada Tahun 2020 secara nasional nantinya. Beliau menjelaskan hingga saat ini kita belum bisa memprediksikan kapan berakhir pandemic covid-19 ini, untuk itu kita harus mengikuti fenomena dunia hari ini, New Normal Life untuk tetap produktif tapi tetap mematuhi protokol kesehatan tentunya, termasuk Pemilukada Tahun 2020 ini.

Pemerintah melalui Perpu No 1 Tahun 2020, Instruksi Mendagri dan Menteri Keuangan menjadi langkah keseriusan Pemerintah untuk menangani Bencana Nasional Covid, tapi juga menyukseskan agenda Pemilukada Tahun 2020 jelas beliau. Kegiatan ini kemudian berakhir menjelang Shalat Jum,at, dengan mengkampanyekan penggunaan masker, dimana para Peserta secara bersama – sama menggunakan Masker, yang dipandu oleh Ketua KPU Provisi Maluku, Syamsu Rifan Kubangun, sambil mengucapkan tagline “ Siap, Sehat Selamat dan Sukses “, tutupnya. (SM)