SABUROmedia, Jakarta — Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Maluku hadir dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 14–15 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis nasional dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah perjuangan BKPRMI menghadapi tantangan zaman.
Mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia”, Rapimnas dihadiri jajaran pengurus BKPRMI dari seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah.
Rapimnas BKPRMI 2026 dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, di antaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Anggota DPR RI Musa Rajekshah, Sudian Noor, Oleh Soleh, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI Panel Barus, Direktur Jenderal Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Rinardi, Agen Intelijen Kepolisian Utama TK.I Baintelkam Polri Irjen Pol Yuyun Yudhantara, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho, serta Sekretaris Badan BPKH Ahmad Zaki.

Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar bersama DPW yang berasal dari Provinsi Kepulauan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara hingga Maluku Utara melalui forum Rapimnas kali ini, mendorong hadirnya kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait toleransi diskresi fiskal dan relaksasi bagi Provinsi Kepulauan.
Menurutnya, Provinsi kepulauan menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan drastis dana Transfer ke Daerah (TKD). Pemerintah daerah memperjuangkan pelonggaran kebijakan fiskal melalui usulan penyesuaian formula Dana Alokasi Umum (DAU) berbasis luas wilayah laut, pembentukan Dana Khusus Kepulauan, serta relaksasi aturan pembayaran gaji ASN oleh pusat, ungkapnya.
Kita berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan agar dapat menghadirkan kebijakan yang adil, khususnya bagi kami di Maluku, dengan luas wilayah sebesar 581.376 km2 dan 90% merupakan lautan seluas 527.191 km2. Apalagi Tahun 2027, DPW BKPRMI Maluku sebagai Tuan Rumah Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Ke-XIII Tingkat Nasional Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI) Tahun 2027, pintanya.
Kegiatan Rapimnas sendiri secara resmi dibuka oleh Zulkifli Hasan yang dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kiprah BKPRMI dalam membina generasi muda Islam dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Menurut Zulkifli Hasan, remaja masjid memiliki posisi strategis dalam menjaga masa depan Indonesia karena dibangun dengan fondasi keimanan dan nilai tauhid yang kuat.
“ Masa depan Indonesia sesungguhnya ada di tangan remaja masjid. Tapi syaratnya, tauhidnya harus kuat. Kalau tauhid kuat, maka akhlaknya kuat, persatuannya kuat, dan bangsa ini juga akan kuat,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.
Ia juga menegaskan bahwa pemuda masjid tidak boleh merasa rendah diri dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Menurutnya, remaja masjid harus tampil menjadi kekuatan sosial yang aktif memperjuangkan kepentingan rakyat dan umat.
“ Remaja masjid jangan minder. Harus berani tampil mengawal keadilan sosial, memperjuangkan hak rakyat, dan menjaga kepentingan umat. BKPRMI harus hadir menjadi bagian dari solusi bangsa,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta Rapimnas.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah tantangan global, polarisasi sosial, dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Ia menilai organisasi kepemudaan berbasis masjid memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.
“ Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan semangat persatuan. Saya melihat itu ada di BKPRMI,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) BKPRMI sekaligus Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus menyoroti pentingnya perhatian negara terhadap kesejahteraan guru ngaji di seluruh Indonesia.
Dalam Rapimnas tersebut, BKPRMI juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk tuan rumah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) mendatang yang menjadi agenda nasional terbesar BKPRMI.

Sementara itu, Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok menegaskan bahwa Rapimnas 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat perjuangan BKPRMI, khususnya dalam penguatan peran guru ngaji, pengembangan organisasi, dan pembinaan generasi Qur’ani di Indonesia.
Dalam sambutannya, Nanang Mubarok menyampaikan bahwa salah satu agenda penting Rapimnas adalah pembahasan dan pengukuhan tuan rumah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), agenda nasional BKPRMI yang rutin digelar setiap tiga tahun dan melibatkan ribuan santri dari seluruh Indonesia.
“ Festival Anak Saleh Indonesia adalah hajatan besar BKPRMI yang menjadi wadah syiar Al-Qur’an, pembinaan santri, dan penguatan karakter generasi muda Islam Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus BKPRMI di Indonesia untuk terus memperjuangkan kepentingan guru ngaji dan memperkuat gerakan dakwah serta pembinaan generasi Qur’ani di daerah masing-masing. (SM)