SABUROmedia, SBT — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Periode 2025–2030 di Kampung Ramadan, Pantai Wailola, Bula, Jumat (20/02/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan masyarakat dan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah pembangunan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, bersama Wakil Bupati M. Miftah Thoha R. Wattimena, Pemkab SBT menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa satu tahun kepemimpinan merupakan fase peletakan fondasi pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
“ Sejak awal kami mengemban amanah ini, komitmen kami jelas: menghadirkan pemerintahan yang bekerja, melayani, dan berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Sepanjang tahun pertama, Pemkab SBT melakukan penguatan sistem administrasi dan disiplin aparatur, mendorong digitalisasi layanan publik, serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Di sektor infrastruktur, pemerintah memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar kecamatan, peningkatan akses air bersih, serta dukungan sarana pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
Sementara itu, penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM terus didorong sebagai tulang punggung ekonomi daerah, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Pada momentum tersebut, Bupati juga meluncurkan Kampung Ramadan, Call Center 112, Galeri Sagu SBT, serta menyerahkan ambulans, sertifikat halal, penghargaan wajib pajak terbaik, dan majalah Potret Dinas Pertanian.
Refleksi ini, menurut Bupati, bukan sekadar penyampaian capaian, tetapi bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat sekaligus ruang evaluasi terbuka.
“ Refleksi satu tahun ini menjadi cermin untuk memperbaiki dan memperkuat langkah ke depan demi kesejahteraan masyarakat SBT,” ujarnya.
Dengan fondasi yang telah dibangun pada tahun pertama, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur optimistis melanjutkan pembangunan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (SM)