SABUROmedia, Ambon – Akademisi Unpatti hadir sebagai Narasumber Forum Kampus untuk Demokrasi — YPPM Maluku, Kamis (30/10/2025) di Caffe Alfath, Kebun Cengkeh, Kota Ambon.

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan koalisi muda untuk memperkuat peran kampus dalam menjaga ketahanan demokrasi di tengah dinamika politik nasional.

Kegiatan ini dipandu oleh Fauziah Ngabalin, yang membuka ruang dialog interaktif dan partisipatif bagi seluruh peserta.

Forum ini sendiri menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Said Lestaluhu., S.Sos., M.Si (Akademisi Fisip Universitas Pattimura) dan M. Saleh Suat., SH., MH., CLD (Akademisi UIN A.M. Sangadji Ambon).

Dalam pemaparannya, M. Saleh Suat menyoroti urgensi penyelarasan regulasi pemilu dan pilkada melalui revisi RUU Kepemiluan. Ia menekankan bahwa kodifikasi aturan diperlukan untuk menghindari tumpang tindih kewenangan serta memperkuat kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemilu.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan peserta terkait transparansi pemilu, efektivitas penegakan hukum, dan peran akademisi dalam mendorong regulasi kepemiluan yang adil dan inklusif.

Sementara itu, Said Lestaluhu menegaskan pentingnya peran kampus sebagai ruang kritis bagi pemuda. Menurutnya, mahasiswa perlu terlibat aktif dalam isu demokrasi karena kampus merupakan pusat pembentukan kesadaran publik dan penguatan literasi politik.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat jejaring lintas kampus (SM)