SABUROmedia, Ambon – Perguruan Tinggi Unpatti melakukan terobosan strategis dengan memajukan jadwal wisuda Periode Juli 2025.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah awal menuju sistem wisuda empat kali setahun, guna menghindari tumpukan Peserta seperti yang terjadi pada April lalu, dimana proses wisuda sesak – sesakan.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy ke SM, Rabu (30/07/2025), menjelaskan, siklus wisuda yang sebelumnya hanya tiga kali (April, Agustus, dan Desember) akan diubah menjadi empat kali (Januari, April, Juli, dan Oktober), Ungkapnya.
“ April lalu peserta wisuda lebih dari 2.300 orang, sudah jauh melebihi kapasitas auditorium. Untuk itu kami mulai atur ulang agar lebih proporsional,” jelasnya.
Dalam wisuda kali ini, sebanyak 923 lulusan resmi dilepas dari berbagai jenjang: sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), serta profesi guru dan dokter.
Leiwakabessy menambahkan, dari total rata-rata 6.000 mahasiswa baru per tahun, idealnya jumlah lulusan setiap periode tidak melebihi 1.500 orang agar proses akademik lebih berkualitas.
Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, Unpatti juga mengusung semangat baru: lulusan harus jadi pencipta solusi, bukan hanya pencari kerja.
Rektor menegaskan, lulusan Unpatti diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi bagian dari perubahan.
“ Kami diarahkan Kemendikbudristek untuk mencetak problem solver. Bukan hanya ASN, tapi juga wirausahawan dan inovator,” tegasnya.
Unpatti saat ini memiliki 20 program magister dan enam program doktor, di mana 14 program sudah menjadi mitra resmi beasiswa LPDP. Jumlah itu diproyeksikan terus bertambah.
Dorong Vokasi, Unpatti Bangun RS Pendidikan dan Mental Health Center
Langkah lain yang tengah digenjot adalah penguatan program vokasi berbasis industri, khususnya sektor kemaritiman. Tiga program studi vokasi baru tengah disiapkan, salah satunya Manajemen Logistik Pelabuhan, dan dua lainnya dalam proses perizinan via SIAGA Kemendikbudristek.
“Industri pelayaran dan perkapalan sudah menyatakan komitmen kerja sama, bahkan berinvestasi untuk sarana pembelajaran,” jelas Leiwakabessy.
Proyek strategis lainnya seperti jalan lingkar kampus, air bersih, Sport Center, hingga kolaborasi dengan Kementerian PUPR dan Bappenas juga sudah digagas, jelasnya (SM)