SABUROmedia, SBT — Pieter Kunu Dosen Universitas Patimura (Unpatti) Ambon, yang juga Ketua Tim Penyusunan KLHS Konsultan Ahli Lingkungan hidup selaku Pemateri pada kegiatan Lounching Bimtek dan Konsultasi Publik Susunan Dokumen KLHS RP-JPD Tahun 2025-2045 dan KLHS RPJMD Daerah Tahun 2025-2030 Kabupaten Seram Bagian Timur.
Beliau mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah melakukan kegiatan cara penyusunan dokumen atau pembuatan kajian tentang penggunaan rencana pembangunan jangka panjang daerah dan pemerintah ke menengah.
Hal tersebut dijelaskan Pieter Kuno pada awak media usai menyampaikan materi pada kegiatan yang digelarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT).
Kegiatan ini Lounching Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tahun 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 Kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (05/08/2024) di Surya Hotel Lantai II Kota Bula.
“ Jadi kita lakukan dengan teknis, tetapi ini dilanjutkan karena terbatas karena ada adanya pemateri lain dan kita dibatasi waktu, maka penjelasannya hanya sekedar dapat dipahami Peserta yang hadir, “.
Sementara itu, Pieter Kuno yang juga Dosen Unpati ini mengharapkan dari materi yang dipaparkan dapat menyatukan persepsi, kemudian menyampaikan mekanisme tentang kegiatan yang digelarkan itu.
“ Kita akan melakukan penjaringan, pembangunan berkelanjutan di Wilayah ini dengan melibatkan semua pihak di lingkup Kabupaten Seram Bagian Timur yang dijuluki sebagai Kabupaten Ita Wotu Nusa, ” Harap Pieter
Dikatakan Pieter, Hal ini dilakukan karena terkait pembangunan dengan yang ada di wilayah ini, tentu saja dengan berbagai pandangan, pengetahuan dari semua element, kemudian dengan berbagi kondisi lingkungan hidup atau 6 muatan, kemudian menjadi dasar untuk kemudian mendapatkan pembangunan berkelanjutan Indonesia.
“ Dasar itu, kita kemudian melakukan analisis terkait dengan rencana pembangunan. Harapan yang paling terakhir adalah konsep pembangunan berkelanjutan itu bisa diintegrasikan ke dalam semua bentuk rencana pembangunan “.
Selanutnya tadi sudah dijelaskan, sehingga sekarang dari materi yang dipaparkan dapat resap secara mendalam oleh peserta kegiatan.
“ Setelah mendengarkan apa yang pemateri jelaskan dapat menjadi evalusi OPD terkait materi yang disampaikan narasumber Dr Pieter Kunu pada kegiatan itu.
“ Apakah materi dijelaskan pada Peserta sudah ada titik temu permasalahan ? dijawabnya, paling tidak dari respon yang sudah diberikan, Saya bisa menilai bahwa seluruh Peserta yang ada dalam acara ini memahami, kemudian bagaimana melaksanakannya dan kemudian pilar – pilar utama dalam melakukan kajian lingkungan hidup strategis dan kemudian kita akan menyatu dalam konsep menggali ya sedalam – dalamnya isu – isu kemudian berlanjut yang ada, ” Ungkap Pieter pada Jurnalis SM usai memaparkan materi. (SM-GriezSBT)