SABUROmedia, Luhu/SBB – Maluku berasal dari kata Al-Mulk yang memiliki arti kerajaan, Maluku merupakan wilayah tertua di Indonesia dan berkembanganya peradaban islam, budaya dan sejarah, bisa digali dalam perkembangan islam, salah satunya adalah “Tiang Alif”.
Tiang Alif sendiri memiliki filosofi yaitu melambangkan nilai ketauhidan.
Ada yang menarik, datang dari seberang Negeri para pe-tua yakni, Negeri Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Rabu, (27/72022) Pukul 09.00 WIT, melakukan prosesi sakral Pengambilan sampai pada pengangkutan kayu tiang alif dari Negeri Tamilouw Kabupaten Maluku Tengah Menuju Negeri Luhu di Kabupaten Seram Bagian Barat.

*Sumber Foto: Risna Palisoa.
Informasi yang dihimpun saburomedia.com, Proses ini membutuhkan waktu satu minggu, mulai dari survei Lokasi penebangan sampai pada pengangkutan kayu.
Masyarakat Negeri Tamilouw sangat Antusias dan penjemputan Rombongan melalui adat tarian cakalele dan makan patita sebagai simbol kekeluargaan dua negeri ini.
Penjabat Negeri Luhu, Abdul Gani Kaliky mewakili masyarakat Adat Negeri Luhu, sangat berterima kasih atas pelayanan dari Negeri Tamilouw dan berharap selalu menjaga tali silaturahmi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih dengan beribu pelayanan terbaik dari Negeri Tammilouw dan tetap menjaga tali silaturahmi.”ucap Penjabat Negeri Luhu.
Dikatakan Abdul Gani Kaliky, Maluku cukup unik dengan berbagai adat dan budaya dalam melaksanakan ritual Agama dengan semboyan Masohi atau gotong royong dan filosofi “sagu salempeng tapata dua , “ale rasa beta rasa”, sebagai simbol orang basudara yang di lakoni oleh dua Negeri ini.
‘Tidak lepas dari kerja keras 100 orang lebih, Masyarakat yang berangkat ke tamilouw di wakili 12 marga Negeri Luhu dengan masing-masing tanggung jawab.”jelasnya
Lanjut Pejabat, Sebut saja Tukang besar dalam bahasa Luhu “Tukange ela’a ” dari Marga Sillouw sebagai pengontrol Masjid Jami Negeri Luhu salah satunya adalah Pengawalan sampai pada pemasangan Kayu “Tiang Alif” . “ucap Abdul Gani Sillouw.
Di kesempatan yang sama, Irwan Warang menjelaskan, pilihan Kayu Bingtanggor Bahasa Luhu (Kanjoli) sebagai Tiang alif dan berat mencapai satu ton.”jelasnya

“Kami mewakili Masyarakat Negeri Luhu dan Panitia Pengambilan sampai pada pemasangan tiang alif, mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Negeri Tamilouw , menjaga Ukhuwah Islamiyah antara dua Negeri dan sampai berjumpa di pemasangan Tiang alif.”harap Irwan Warang, Sekretaris Panitia. (*SM-Gris*).