SABUROmedia, Ambon – Agenda Dua Tahunan pengurus besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mengformulasikan kepengurusan baru dalam tubuh internal HMI bukan saja tentang upgrade periodesasi ataupun sebagai pertukaran ketua umum.
HMI sebagai Organ pergerakan Pemuda yang tertua di Indonesia, sudah tentunya berimplikasi pada corong pergerekan pergerakn kepentingan dan arah Bangsa lewat ide-ide dan gagasan yang dihadirkan dalam momentum Kongres ini.
Abdul Kadir Pelu ketika dihubungi lewat telepon seluler pada Rabu 17 maret 2021, terkait dengan agenda kongres menyatakan “ Ini adalah bukan saja agenda terkait ke HMI-an, akan tetapi momentum Kongres Ke XXXI di Surabaya ini salah satunya sebagai arah kepentingan Umat dan kepentingan Bangsa di tengah gejolak dinamika ketatanegaraan yang begitu kurang kondusif.
Dimana Pancasila sebagai faslafa Bangsa dan Negara, di dorong dengan berbagai macam ideologi yang beberapa tahun sring acapkali terjadi di tengah perhelatan maupun politik pemerintahan di Indonesia, apalagi ditambah dengan perselilsihan gejolak Internal di Tubuh HMI itu sendiri.
Intelektual sebagai dasar pijakan dalam proses tentu saja belum maksimal apabila tidak dibarengi dengan standar etik sebagai acuan untuk mengedepankan prinsip dalam oragnisasi pergerakan & bernegara yang baik.
Maka sebagai Tim dari anak Muda Kandidat PB HMI periode 2021 -2023, Ari Safari Mau dengan Jargon #IntelektualEtik menilai Ia (Ari Safari Mau) layak sebagai alternatif untuk menjawab realitas dinamika di tubuh HMI dengan berbagai macam gejolak dan untuk menjawab realitas post modernisme pergerakan dinamika Bangsa lewat eksistensi HMI yang selama ini dinilai sebagai pijakan pegerakan organisasi Kepemudaan di Indonesia.
Lewat pengalamannya sebagai mantan ketua umum HMI Cabang Jakarta Selatan, dan juga sebagai Wakil sekrertaris Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan PB HMI 2018-2020, tentunya itu menjadi indikator paripurna bagi Calon doktor ilmu hukum tersebut untuk dikategorikan layak untuk memimpin PB HMI kedepan” tegas AKP. (SM-Red)