SABUROmedia, Ambon – Gubernur Maluku Murad Ismail selama hampir sepekan mengadakan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Tak tanggung-tanggung, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini berdialog bersama warga SBT yang berada di beberapa desa di lima kecamatan kabupaten berjulukan Ita Wotu Nusa.
Ini bukan kunker pertama bagi MI sapaan akrab Gubernur Maluku. Sebelumnya, mantan Kapolda Maluku ini berada di Desa Kufar Kecamatan Tutuk Tolu untuk meresmikan sejumlah proyek pemerintah dan mendampingi istri, Widya Pratiwi Murad Ismail dalam rangka perangi stunting di Desa Kilbon dan memghadiri pengukuhannya sebagai anak adat Negeri Kilmuri oleh Raja Negeri Kilmuri.
Mengawali kunjungan, Gubernur berdialog bersama warga Kecamatan Tutuk Tolu di Desa Kiandarat sekaligus meyerahkan sejumlah bantuan di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Dialog kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Geser, Gorom, Werinama dan Siwalalat. Meskipun harus mengarungi laut, teriknya panas matahari dan derasnya hujan, tidak menyurutkan niatnya untuk menemui warga SBT.
Tujuannya hanya satu, ingin mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Untuk menindaklanjuti berbagai persoalan di masyarakat pun, gubernur memboyong Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Penjabat Bupati SBT, Hadi Sulaiman dan sejumlah pimpinan OPD dan BUMD terkait.
Hal menarik pun terlihat selama kunker di SBT, selama berdialog bersama warga di lima kecamatan tersebut, Gubernur
tak henti-hentinya mengungkapkan rasa cinta kepada masyarakatnya yang ada di Kabupaten SBT ini.
” Belum pernah selama saya jadi Gubernur satu tahun lebih, kunjungan resmi di desa-desa yang lain di kabupaten/kota. Di SBT sudah dua kali,”kata Gubernur.
Gubernur lantas menyampaikan alasan mengapa dirinya senang berkunjung ke SBT.
“Ada hal-hal yang luar biasa di SBT. Begitu saya kesini, ternyata sambutannya luar biasa. Bahkan saya terharu sejak masuk di Gorom, Kiandarat, Geser, Werinama dan Siwalalat. Meskipun dalam kondisi hujan, masyarakat menerima saya dengan antusias. Ini membuat saya merasa terpanggil dan merasa harus datang melihat langsung kondisi masyarakat yang berada di desa-desa yang ada di SBT ini,” paparnya.
Dia pun mengungkapkan rasa syukur bisa sampai dan menemui warga di Desa Dihil, Desa terujung di Kecamatan Siwalalat yang termasuk dalam agenda Kunker.
“Dari Bandara Kufar saya langsung ke Desa Kiandarat Kecamatan Tutuktolu, Kecamatan Geser, Kecamatan Gorom dan Kecamatan Werinama.
Alhamdulilah, akhirnya saya sudah sampai di Desa ini (Dihil) Kecamatan Siwalalat yang merupakan wilayah perbatasan antara SBT dan Maluku Tengah,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan tugas pokok seorang Kepala daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) adalah dua plus satu.
Yang pertama, dia (Kepala daerah) harus mampu mengentaskan kemiskinan.
Kedua, bisa mensejahterakan masyarakat.
“Plus satunya seorang Kepala daerah harus mampu menjaga dan mempertahankan sumber daya alamnya, agar dapat dimanfaatkan generasi sekarang dan yang akan datang,” urai Gubermur.
Di lain sisi, Gubernur juga mengatakan, Gubernur merupakan stabilizator dan dinamisator untuk 11 kabupaten/kota.
“Jadi semua yang tejadi di daerah, Gubernur tidak boleh tinggal diam saja. Harus merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat di kabupaten/ kota ini,” tuturnya.
Oleh sebab itu, kunjungan kerja yang dilakukan ini agar bisa mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
” Kalau Gubernur yang benar, dia akan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Kalau Gubernur yang setengah-setengah hati, itu yang susah,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan berbagai bantuan di lima Kecamatan yang dikunjunginya. Bantuan di bidang kesehatan diantaranya, Alat Pelindung Diri (APD), Rapid Dignostic Test (RDT) dan masker kepada puskesmas.
Di bidang kesejahteraan, bantuan bagi pembangunan Mesjid dan Gereja sebesar Rp. 35 juta serta paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.
Di bidang Pendidikan, Gubernur menyerahkan Kartu Maluku Cerdas dan Beasiswa miskin bagi siswa-siswi SMA dan SMK.
Tak hanya itu, Gubernur juga menyerahkan masing-masing 1 unit mobil Ambulance kepada Puskesmas Air Kasar Kecamatan Tutuk Tolu, Pulau Gorom dan Negeri Atiahu Kecamatan Siwalalat.
Sementara itu, Kepala Desa Negeri Atiahu, Muhammad Wairissa yang ditemui usai acara penyerahan bantuan menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan perhatian kepada Desa Atiahu.
” Kami Pemerintah Desa dan warga Atiahu sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur yang telah sudi melihat kami dan memberikan bantuan mobil Ambulance,” ungkap Wairissa.
Bantuan tersebut, kata Wairissa, sangat membantu mobilisasi warga ketika sakit.
” Selama ini, kami menyewa mobil jika ada yang sakit. Ini sangat memberatkan warga, dimana kami harus mengeluarkan lagi uang untuk menyewa mobil jika harus dirujuk ke luar,” ungkap Wairissa.
Dirinya bersyukur, dengan adanya bantuan tersebut, akan meringankan warga Atiahu ketika sakit dan harus dirujuk ke luar. (humasmaluku)