SABUROmedia, Ambon — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), H Muhammad Jusuf Kalla (JK), saat mengunjungi Sekretariat Pimpinan Wilayah (PW) DMI Maluku di Kompleks Masjid Raya Al Fatah Ambon, mengingatkan jangan sampai ada jamaah yang miskin sementara masjid yang membina nampak megah
“ Masjid harus menjadi Motor Kemakmuran Umat, Tak Sekadar Tempat Ibadah. Jangan sampai masyarakat yang notabene jama’ah sekitar masjid itu miskin, sementara Masjidnya berdiri megah, ” kata JK dalam silaturrahmi tersebut, pada Minggu sore (01/11/2026).
Di tengah tantangan ekonomi, perubahan sosial, dan isu lingkungan yang semakin kompleks, peran Masjid dinilai perlu berkembang melampaui fungsi tradisionalnya sebagai tempat ibadah.
Dari masjid, perubahan diharapkan tumbuh, berkembang bersama umat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas
Oleh karena JK menginginkan tatanan masyarakat memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid. Maka dari itu dia meminta agar pengelola masjid tidak membuat unit usaha.
“ Jangan masjid yang berdagang, yang bikin koperasi, tapi jamaahlah yang berdagang, yang bikin koperasi,” tegasnya.
Lantas, mantan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) ini menyebut tiga kelompok yang memakmurkan masjid dapat pahala besar. Pertama yang membangun, kemudian yang Kedua, mengurus, mengelola atau membina.
“ Yang ketiga jama’ah. Ada yang membangun, ada yang mengurus kalau tidak ada jamaahnya tidak makmur,” ucapnya.
Oleh karena itu dia meminta agar ketiganya bisa berimbang. Yakni masyarakat yang memakmurkan masjid dan bisa memakmurkan warganya. Dia pun menerangkan kemakmuran masjid dapat dilakukan dari segi pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya.
“ Bagaimana memakmurkan baru bisa komplit. Maju masjidnya, maju masyarakatnya,” ujarnya.
Masjid terus bertambah, umat islam juga terus bertambah, kata dia, namun dirinya menyayangkan umat islam yang belum kaya. Dia analogikan dari sepuluh orang kaya, hanya satu yang muslim. “ Ini artinya kita masih perlu berjuang bersama-sama untuk memakmurkan,” jelasnya.
Sebagai motivasi, JK lantas meminta para pengurus DMI agar mengambil hikmah dari kehidupan Nabi Muhammad SAW yang berdagang sejak kecil dan baru menjadi seorang nabi di usia 40 tahun.
“ Rasulullah lebih lama jadi pedagang daripada jadi rasul,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PW DMI Provinsi Maluku, Abdul Haris Tamanele, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor PW DMI Maluku, menyatakan bahwa kedatangan Ketua Umum PP DMI Pak JK ke Kota Ambon merupakan momentum penting, tidak hanya bagi jajaran pengurus DMI, tetapi juga bagi umat Islam dan masyarakat Maluku secara keseluruhan.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat koordinasi dan hubungan kelembagaan antara PP DMI dan PW DMI Maluku, sekaligus memberikan semangat baru bagi pengembangan organisasi dan kemakmuran masjid di daerah ini.
Kehadiran Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Periode 2024–2029 itu menjadi momentum penting bagi penguatan berbagai program kemaslahatan yang tengah dikembangkan masjid bersejarah yang peletakan batu pertamanya oleh Presiden Soekarno pada 1 Mei 1963, selesai dibangun pada 1975, dan kemudian diresmikan penggunaannya pada tahun 1984 oleh Menteri Agama Republik Indonesia Munawir Sjadzali.
Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah masjid tidak hanya ditentukan oleh banyaknya jamaah yang datang untuk beribadah.
Menurutnya, masjid harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas melalui pendidikan, penguatan ekonomi, dan pembangunan kualitas kehidupan umat.
“Masjid itu selain dimakmurkan oleh umat, sangat perlu juga masjid berperan mengangkat kemakmuran umat,” ujar JK, sapaan akrabnya.
Ia menilai semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus dimaknai sebagai momentum hijrah menuju perubahan yang lebih baik.
Tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam membangun masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Menurut JK, kemajuan sebuah peradaban selalu diawali dari kualitas manusianya. Karena itu, semangat memperbaiki diri melalui peningkatan ilmu, akhlak, etos kerja, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan umat.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah penguatan ekonomi syariah berbasis masjid. Jusuf Kalla menilai masjid memiliki potensi besar menjadi pusat edukasi ekonomi, literasi keuangan syariah, hingga pendampingan usaha mikro dan kecil.

Menurutnya, sejarah Islam menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan dakwah berjalan beriringan. Karena itu, masjid dapat mengambil peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“ Masjid harus menjadi sentra pembangunan ekonomi masyarakat agar umat memiliki kemandirian dan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.
Disamping itu, Dai dan imam masjid harus memiliki pengetahuan yang luas agar dapat menyampaikan pesan – pesan yang dapat membangun optimisme dan semangat untuk memajukan kehidupan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar menyambut positif kunjungan Bapak Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla di Kota Ambon, dimana Kota Ambon berhasil menduduki peringkat ke 10 Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 yang lalu. Kehadiran beliau selalu membawa semangat baru, inspirasi, dan optimisme bagi kita semua, orang basudara.
Sebagai seorang tokoh bangsa, negarawan ulung, dan juru damai yang telah mendedikasikan hidupnya demi kemajuan Indonesia, kedatangan Bapak senantiasa dinantikan. Kita semua berharap momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi, memicu ide-ide inovatif, serta membawa dampak positif bagi kemajuan daerah Maluku, masyarakat, dan bangsa kedepannya, ujar Ilham.
Turut mendampingi Ketua Umum PW DMI Maluku, Ir Sadali IE yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Rektor UIN AMSA Prof Dr Abidin Wakano, Ketua Yayasan Masjid Raya Al Fatah Hadi Basalamah, Mantan Ketua PW MES Maluku, Prof Dr Hasbollah Toisuta, Kahmi Maluku Luthfy Sanaky., SH., MH, Ketua BPW Hipka Maluku Arifin Rumra dan Sekretaris MPW ICMI Maluku Dr (Cand) Husein Marasabessy (SM)